Polres Membantah
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Joko Prihatin saat dihubungi wartawan mengatakan, dua kejadian yang viral di media sosial itu tidak benar.
“Terkait adu kemiri terjadi disaat ada giat penindakan yang berbarengan dengan operasi pekan lodaya dan kita lakukan pembinaan. Untuk isu tentang permintaan sejumlah uang itu tidak benar,” kata Joko, Minggu (01//02/2026).
Sementara terkait isu pengkondisian kasus PKBM yang menyeret nama salah satu petugas di Unit Tipikor Polres Garut, Joko memastikan isu itu juga tidak benar. Pasalnya, pihaknya tidak mendapat laporan pengaduan (lapdu).
“Kami tidak menerima lapdu, kami juga tidak mengundang dan melakukan pemanggilan, tapi kok bisa dituduh melakukan mengkondisikan,” katanya.
Joko menambahkan, nama polisi yang disebut-sebut melakukan komunikasi dengan Endang Suratman sedang melakukan pendidikan dan tidak menggunakan HP. “Semua itu gak bener” pungkasnya. (asep ahmad)

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues









