[Locusonline.co] BANDUNG – Di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali ke nilai-nilai fundamental: menjaga warisan para pendiri kota dan memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Hal ini disampaikan Farhan dalam Safari Ramadan ke-13 Pemerintah Kota Bandung yang dipusatkan di Masjid Agung Alun-alun Kota Bandung, Selasa (3/3/2026). Pemilihan Masjid Agung sebagai lokasi buka puasa bersama bukan tanpa alasan. Bagi Farhan, masjid adalah simbol kebersamaan dan pengingat bahwa kemakmuran kota berawal dari kemakmuran rumah ibadah.
“Kota Bandung ini warisan para pendiri. Harus kita jaga bersama. Kalau ada persoalan, selesaikan dengan silaturahmi dan diskusi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Bahaya Ketika Rakyat Merasa Dimarjinalkan
Dalam sambutannya yang reflektif, Farhan juga menyinggung soal dinamika sosial di kota besar. Ia mengakui, dalam proses pembangunan dan pelayanan publik, tidak jarang ada sebagian warga yang merasa kurang diperhatikan atau bahkan terpinggirkan.
Ia menilai, persoalan ini sering kali muncul bukan karena adanya niat jahat dari pemerintah untuk meminggirkan masyarakat, melainkan karena pola komunikasi dan interaksi yang belum optimal.
“Saya paling takut kalau pemerintah dianggap memarginalkan masyarakat. Itu berbahaya,” ucapnya dengan nada serius.
Karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari camat, lurah, hingga tokoh masyarakat, untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, santun, dan tanpa prasangka. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman dapat dihindari dan solusi bersama dapat ditemukan.
Pesan Ramadan: Sebarkan Salam, Jaga Lisan, Hentikan Cemoohan
Mengaitkan isu-isu sosial dengan nilai-nilai luhur Ramadan, Farhan mengajak seluruh warga untuk menghidupkan kembali budaya positif yang diajarkan dalam Islam.
Pertama, menyebarkan salam. Ia mengutip hadis riwayat Sahih Muslim yang menegaskan bahwa menyebarkan salam adalah kunci tumbuhnya cinta dan keimanan di antara sesama.
Kedua, menjaga lisan. Farhan mengingatkan pesan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang keras untuk saling merendahkan, mencemooh, atau memanggil dengan gelar-gelar buruk.
Dialog, Bukan Saling Menyalahkan
Inti dari pesan Farhan adalah ajakan untuk mengubah paradigma dalam menghadapi masalah. Persoalan kompleks di Kota Bandung, seperti kemacetan, sampah, atau kesenjangan sosial, tidak akan pernah selesai jika hanya dihadapi dengan sikap saling menyalahkan.
Yang dibutuhkan adalah dialog yang tulus dan komitmen bersama dari semua pihak: pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan dunia usaha.
Dengan semangat Ramadan yang penuh berkah, Farhan optimistis bahwa kebersamaan dan silaturahmi yang kuat akan menjadi modal berharga bagi Kota Bandung untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. (**)













