Kamis, 4 Juni 2026

Meraba Huruf, Membaca Kalam Ilahi: Kisah Heroik Fajar Belajar Al-Qur'an Braille di Tengah Keterbatasan

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Minggu, 8 Maret 2026 | 07:07 WIB


[Locusonline.co] BANDUNG – Di tengah gemerlap dunia digital yang serba cepat, ada perjuangan sunyi yang tak kalah heroik. Saefudin Fajar Putra (27), seorang penyandang disabilitas netra di Sentra Wyata Guna Bandung, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan ujung jarinya, ia meraba titik-titik timbul, mengenal huruf, dan akhirnya mampu membaca Kalam Ilahi.





Fajar baru mempelajari Al-Qur'an Braille selama sekitar empat bulan. Namun, di balik waktu yang singkat itu, tersimpan kegigihan dan kesabaran yang luar biasa. Instrukturnya, Tine Gustini, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.





"Alhamdulillah sekarang Fajar sudah bisa baca tulis Al-Qur'an Braille. Barusan juga sudah dicoba membaca salah satu surat pendek," kata Tine, Sabtu (7/3/2026).





Belajar dari Nol, dengan Sentuhan Individual





Tine menjelaskan bahwa metode pembelajaran bagi penyandang netra sebenarnya tak jauh berbeda dengan cara biasa. Mereka tetap memulai dari Iqra, mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, hingga akhirnya merangkai ayat. Namun, ada satu perbedaan mendasar: pendekatan individual.





"Awalnya memang secara klasikal, tetapi setelah itu pembelajaran dilakukan satu per satu agar lebih fokus menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa," jelas perempuan yang telah mengajar Al-Qur'an Braille selama lebih dari 20 tahun ini.





Tantangan Terbesar: Kepekaan Ujung Jari





Dua dekade mengajar, Tine hafal betul tantangan terbesar dalam mendampingi siswa-siswinya. Bukan soal niat atau kemauan, melainkan soal kepekaan perabaan. Terutama bagi mereka yang baru mengalami kebutaan di usia dewasa.





"Tantangan terbesar biasanya pada kepekaan perabaan. Kalau sudah dewasa, kadang kepekaan jari untuk membaca Braille tidak sepeka yang sejak lahir. Karena itu banyak yang memilih menghafal. Tapi kalau mereka punya semangat, tetap bisa belajar membaca, " ujarnya.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X