Selain itu, terdapat enam teknisi yang ikut sebagai penumpang, salah satunya juga WNI. Dengan demikian, total lima WNI diketahui berada di sekitar lokasi insiden saat kejadian berlangsung.
Empat awak kapal WNI berada di atas kapal Musaffah 2, sedangkan satu teknisi Indonesia sedang berada di kapal Safeen Prestige ketika ledakan terjadi.
Baca Juga : Trump Gas Perang ke Iran, Sekutu Barat Malah Angkat Alis: ‘Ini Urusanmu, Bro’
Korban Luka dan Pencarian Awak Hilang
Dari lima WNI yang terdampak, satu awak kapal mengalami luka bakar dan saat ini dirawat di rumah sakit di Khasab, Oman. Sementara itu, seorang teknisi Indonesia dilaporkan selamat dan telah berada di Abu Dhabi.
Nasib tiga awak kapal lainnya hingga kini masih belum diketahui. Otoritas setempat bersama pihak perusahaan kapal terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Yvonne, perwakilan Indonesia di kawasan tersebut masih terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses pencarian berjalan serta menjamin penanganan medis bagi korban yang selamat.
Selain itu, pemerintah juga terus menyampaikan perkembangan situasi kepada keluarga korban di Indonesia.
Imbauan Waspada bagi WNI
Menyusul insiden tersebut, Kemlu mengimbau seluruh warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah termasuk para pekerja di sektor pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan.
WNI diminta memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi serta menjaga komunikasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia terdekat.
Di tengah laut yang sedang dipenuhi ketegangan geopolitik, insiden ini menjadi pengingat bahwa bagi para pelaut dan pekerja maritim, konflik antarnegara sering kali terasa jauh di darat namun dampaknya bisa datang tiba-tiba di tengah gelombang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









