Di kawasan Asia, langkah serupa juga mulai dipertimbangkan oleh Malaysia dan India, yang disebut-sebut ingin mengadopsi pendekatan lebih ketat seperti Australia.
Di tengah sorotan global itu, langkah Indonesia memunculkan ironi tersendiri.
Selama bertahun-tahun, anak-anak dianggap sebagai “generasi digital” yang lahir bersama gawai di tangan. Namun kini, justru negara-negara mulai berlomba mencari cara untuk menjauhkan mereka dari layar.
Dan ketika pemerintah Indonesia mencoba menarik sedikit anak-anak dari pusaran algoritma, dunia malah memberi tepuk tangan.
Barangkali ini satu dari sedikit momen ketika kebijakan pembatasan justru dirayakan bukan karena mengekang kebebasan, tetapi karena mencoba menyelamatkan generasi yang sejak kecil sudah terlalu akrab dengan notifikasi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












