ArtikelEkonomiInternasionalNewsOpini

Ketika Perang Jadi Pemantik, Harga Minyak Menari di Atas 100 Dolar

bhegins
×

Ketika Perang Jadi Pemantik, Harga Minyak Menari di Atas 100 Dolar

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image oma6rioma6rioma6
Gambar ilustrasi AI

Menariknya, lonjakan harga minyak tidak membuat Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terlihat cemas. Ia justru menganggap kenaikan harga energi sebagai “biaya kecil” yang harus dibayar dunia demi menghilangkan ancaman program nuklir Iran.

Baca Juga : Timur Tengah di Mode ‘Hard: Payung Amerika Bocor dan Rusia Jadi Tukang Damai

tempat.co

Melalui pernyataan di platform Truth Social, Trump menulis bahwa kenaikan harga minyak hanya bersifat sementara dan akan mereda setelah ancaman tersebut diselesaikan. Menurutnya, hanya pihak yang “tidak memahami situasi” yang memandang lonjakan harga ini sebagai masalah besar.

Nada optimistis serupa datang dari Menteri Energi AS, Chris Wright. Ia memperkirakan lonjakan harga minyak hanya berlangsung beberapa minggu. Meski begitu, dampaknya sudah terasa di dalam negeri Amerika Serikat.

Harga bensin reguler di AS naik menjadi sekitar 3,45 dolar AS per galon, meningkat 47 sen dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara harga solar melonjak hingga 4,6 dolar AS per galon.

Wright menilai pasar energi global sebenarnya masih memiliki pasokan yang cukup, terutama di belahan Barat. Namun optimisme itu berdiri di atas satu asumsi besar dimana konflik tidak semakin melebar.

Di tengah ketidakpastian itu, sejumlah negara mulai menyiapkan langkah darurat. Negara-negara anggota G7 bersama International Energy Agency (IEA) dikabarkan membahas rencana pelepasan cadangan minyak strategis hingga 400 juta barel untuk menenangkan pasar.

Amerika Serikat dan Jepang termasuk yang mendukung opsi tersebut. Jepang sendiri memiliki cadangan minyak yang cukup untuk sekitar 254 hari konsumsi domestik angka yang jauh lebih tebal dibandingkan sebagian negara lain yang cadangannya jauh lebih tipis.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow