Menurut Kasman, skenario terburuk bukan hanya soal harga energi. Lonjakan berkepanjangan berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,6 persen pada paruh pertama tahun ini serta mendorong inflasi konsumen naik hingga 1 persen.
Dengan kata lain, perang di Timur Tengah bukan sekadar konflik regional. Ia adalah alarm keras bagi ekonomi global bahwa satu jalur laut sempit bernama Selat Hormuz masih mampu mengguncang pasar energi dan membuat dunia ikut menahan napas.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










