Baca Juga : KPAI: Anak-anak di Dunia Digital, Bermain di Taman yang Penuh Perangkap
Sebelum jembatan permanen ini dibangun, warga Kampung Cisaat hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu dan bambu untuk melintasi sungai. Kondisi tersebut membuat aktivitas harian sering terhambat sekaligus menyimpan risiko keselamatan bagi warga yang melintas.
Salah seorang warga, Neni, menyatakan bahwa kehadiran jembatan baru itu membawa perubahan nyata bagi masyarakat setempat.
Ia mengatakan perjalanan warga kini terasa jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan sebelumnya, ketika mereka harus menyeberang melalui jembatan sederhana yang rawan rusak.
Peresmian Jembatan Garuda juga disertai dengan penyaluran bantuan sembako kepada warga Kampung Cisaat sebagai bagian dari kegiatan sosial bagi masyarakat desa.
Bagi warga setempat, jembatan itu bukan sekadar bangunan beton yang melintasi sungai. Ia menjadi simbol bahwa akses menuju sekolah, ladang, dan kehidupan sehari-hari kini tidak lagi harus ditempuh dengan rasa waswas di atas papan yang rapuh.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









