Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya akan menggunakan seluruh kapasitas yang tersedia untuk menghadapi serangan yang disebut sebagai agresi kriminal, setidaknya hingga serangan tersebut berhenti atau hingga Dewan Keamanan PBB menjalankan perannya sesuai Pasal 39 Piagam PBB.
Selain itu, Iran mengutuk keras serangan terhadap berbagai fasilitas publik, termasuk pesawat penumpang sipil dan instalasi penyulingan air laut di Pulau Qeshm.
Melalui kedutaan besarnya, Iran juga menyerukan komunitas internasional untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang dianggap sebagai agresor dalam konflik tersebut.
Di tengah pergantian pemimpin, perang yang terus bergulir, serta diplomasi yang kian beku, Iran kini memasuki babak baru di mana tahta kepemimpinan berganti, tetapi dentuman konflik tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









