Otomotif

BYD Dikabarkan Siap Masuk Formula 1, Berpotensi Jadi Pabrikan China Pertama di F1

rakyatdemokrasi
×

BYD Dikabarkan Siap Masuk Formula 1, Berpotensi Jadi Pabrikan China Pertama di F1

Sebarkan artikel ini
BYD Dikabarkan Siap Masuk Formula 1, Berpotensi Jadi Pabrikan China Pertama di F1 locusonline featured image Mar 2026

[Locusonline.co] Jakarta — Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia motorsport. Build Your Dreams (BYD), produsen kendaraan listrik terbesar asal China, dikabarkan sedang melakukan penjajakan serius untuk masuk ke ajang balap paling prestisius di dunia, Formula 1 (F1). Jika terwujud, langkah ini akan menandai pertama kalinya pabrikan asal China berkompetisi di F1, sekaligus mengubah peta kekuatan di dunia balap global.

Menurut laporan dari Bloomberg dan Carnewschina, Rabu (11/3/2026), rencana ambisius ini merupakan bagian dari upaya BYD untuk meningkatkan brand awareness secara global . Langkah ini sejalan dengan agresivitas ekspansi BYD ke pasar-pasar di luar Asia, termasuk Eropa dan Amerika Latin, di mana pengakuan merek menjadi kunci utama.

tempat.co
BYD Logo
Foto: REUTERS

Mengapa F1? Timing yang Tepat untuk BYD

Keputusan BYD untuk melirik F1 tidak bisa dilepaskan dari perubahan besar yang terjadi di ajang jet darat tersebut. Mulai musim 2026, regulasi power unit di F1 mengalami perubahan fundamental. Porsi tenaga listrik kini jauh lebih besar, mencapai sekitar 50 persen, dipadukan dengan mesin 1.6 liter V6 turbo .

Aspek Power UnitRegulasi LamaRegulasi 2026 (Baru)
Kontribusi Tenaga Listrik~20%~50%
Tenaga MGU-K (Motor Listrik)120 kW350 kW (hampir 3x lipat)
Sistem HybridKompleks (termasuk MGU-H)Lebih sederhana, fokus pada MGU-K

Regulasi baru ini membuka peluang besar bagi pabrikan yang memiliki penguasaan teknologi baterai dan motor listrik, seperti BYD. Mereka tidak perlu membangun mesin pembakaran internal dari nol, melainkan dapat memanfaatkan keahlian inti mereka pada sistem elektrifikasi.

Teknologi dari Yangwang: Senjata Rahasia BYD

Yangwang U9 Extreme
Yangwang U9 Xtreme (foto:BYD)

Jika benar masuk F1, BYD diprediksi akan memanfaatkan teknologi dari sub-brand premiumnya, Yangwang. Model hypercar mereka, Yangwang U9, telah membuktikan kemampuan ekstrem di lintasan.

Versi terbaru, Yangwang U9 Xtreme, bahkan telah memecahkan rekor di sirkuit Nürburgring, Jerman, dengan waktu putaran 6 menit 59,157 detik dan kecepatan tertinggi mencapai 496,22 km/jam .

Teknologi yang diusung U9 Xtreme sangat relevan dengan F1:

  • Platform e⁴: Sistem penggerak semua roda cerdas dengan empat motor listrik independen yang memungkinkan kontrol torsi pada setiap roda secara real-time .
  • Tenaga Raksasa: Mampu menghasilkan tenaga total hingga 2.220 kW (setara 2.977 hp) pada versi ekstremnya, jauh di atas mobil F1 saat ini .
  • Baterai Khusus Sirkuit: Menggunakan Blade Battery yang dioptimalkan untuk balap dengan tingkat pengosongan daya (discharge rate) mencapai 30°C dan struktur pendingin dua lapis .

Teknologi ini membuktikan bahwa BYD memiliki kapabilitas untuk mengembangkan powertrain berperforma tinggi yang sangat sesuai dengan filosofi F1 modern yang mengutamakan elektrifikasi.

Dua Jalur Menuju F1: Tim Baru atau Akuisisi?

Hingga kini, belum jelas bagaimana BYD akan masuk ke F1. Terdapat dua opsi utama yang tengah dipertimbangkan:

  1. Membangun Tim Baru dari Nol: Opsi ini membutuhkan investasi sangat besar dan waktu yang lama. Setiap musim, biaya operasional tim F1 bisa mencapai US$ 500 juta (sekitar Rp 8 triliun) , belum termasuk biaya pengembangan .
  2. Mengakuisisi Tim yang Sudah Ada: Opsi ini dinilai lebih cepat dan efisien. Nama yang paling santer dirumorkan adalah Tim Alpine F1, yang saat ini dimiliki oleh Renault . Saat ini, pemegang saham Alpine, Otro Capital, dikabarkan sedang mencari pembeli untuk sahamnya yang akan habis masa holding-nya pada September 2026 .

🇨🇳 Dampak bagi Peta Persaingan Global

Jika BYD benar-benar masuk F1, ini akan menjadi lompatan besar bagi industri otomotif China. Selama ini, pabrikan China hanya memiliki “ketertarikan sporadis” pada motorsport, seperti Geely melalui Cyan Racing di ajang touring, atau Nio yang sudah lebih dulu berlaga di Formula E .

Kehadiran BYD juga akan menambah panjang daftar pabrikan yang menggunakan power unit hybrid di F1, bergabung dengan Ferrari, Mercedes, Honda (kembali bersama Aston Martin), Audi, dan Red Bull Ford . Lebih dari itu, ini akan menjadi pernyataan tegas bahwa China tidak hanya mampu memproduksi mobil listrik massal, tetapi juga berkompetisi di puncak teknologi otomotif dunia.

FIA (Federation Internationale de l’Automobile) sendiri telah berulang kali menyambut baik potensi kehadiran pabrikan China di F1. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, bahkan pernah menyatakan bahwa setelah kehadiran Cadillac, masuknya pabrikan China adalah “langkah logis berikutnya” .

Meski masih sebatas wacana dan penjajakan, gebrakan BYD ini telah mengguncang paddock F1. Apakah kita akan segera melihat logo “Build Your Dreams” melesat di sirkuit Monako atau Silverstone? Dunia menanti langkah selanjutnya dari raksasa EV China ini. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow