[Locusonline.co] GARUT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menggelar Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD dengan fokus pada Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Agenda utamanya adalah Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) PAUD HI dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak usia dini. Kegiatan berlangsung di Aula SMA Al Musaddadiyah Garut, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (11/3/2026).
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Perwakilan Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Arlina, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Ida Nurfarida. Sebanyak kurang lebih 90 peserta dari berbagai lintas sektor turut hadir, menunjukkan komitmen bersama dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang kokoh.
Momen Penting: Memperkuat Landasan Hukum dan Operasional PAUD HI
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Kabupaten Garut untuk memperkuat landasan hukum dan operasional dalam memberikan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak secara terpadu. PAUD HI tidak hanya bicara pendidikan, tetapi juga kesejahteraan anak secara menyeluruh.
Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Dikmas Disdik Kabupaten Garut, Iyan Sopiyan, menekankan bahwa penyusunan RAD ini tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu bidang saja. Ia menegaskan perlunya pemikiran luas dan masukan dari berbagai instansi terkait agar draf yang disusun benar-benar matang sebelum ditandatangani oleh Bupati.
"Setelah itu, insya Allah jika ini menjadi dasar hukum dan ditandatangani oleh Pak Bupati, selanjutnya akan dilakukan pengimbasan ke kecamatan-kecamatan. Kami akan mengundang HIMPAUDI, IGTKI, untuk persiapan pengimbasan ke tiap-tiap kecamatan, agar mereka mengetahui dan siap mengimplementasikan," ujar Iyan.
RAN PAUD HI: Pedoman Menuju Indonesia Emas 2045
Kabag Hukum Setda Garut, Ida Nurfarida, menjelaskan bahwa meskipun Rencana Aksi Nasional (RAN) PAUD HI saat ini masih dalam tahap finalisasi, Kabupaten Garut sudah dapat bergerak maju dengan mengacu pada rancangan nasional yang ada.
"Harapan saya dengan ditetapkannya rencana aksi, mudah-mudahan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan stakeholder lainnya yang tergabung dalam gugus tugas pengembangan anak usia dini holistik integratif. Tujuannya adalah mempersiapkan anak-anak menjadi insan yang cemerlang di Indonesia Emas 2045," jelas Ida.