[Locusonline.co] GARUT – Menyambut arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Garut bersama jajaran TNI/Polri menggelar Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 di Lapangan Markas Polres Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (12/3/2026). Apel ini menandai kesiapan penuh seluruh elemen dalam mengamankan dan melayani masyarakat selama musim mudik.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin langsung upacara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Garut diprediksi akan kedatangan lebih dari 3 juta pemudik. Jumlah yang masif ini menuntut koordinasi lintas sektor yang telah dilakukan sejak 10 hari lalu.
Siaga Bencana di Tengah Potensi Hujan Lebat
Bupati menyoroti potensi bencana yang mengintai di tengah musim mudik. Prediksi cuaca menunjukkan bahwa akhir bulan ini masih akan terjadi hujan lebat yang dikhawatirkan menimbulkan bencana, khususnya banjir.
“Kita kemarin menyiapkan ada 4 titik di mana PUPR, BPBD menyiapkan timnya termasuk Damkar untuk selalu siaga menghadapi bencana. Terutama diperkirakan akhir bulan ini masih ada hujan yang banyak,” ungkapnya.
Langkah antisipasi dini ini diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana dan memastikan jalur mudik tetap aman dilalui.
Operasi Pasar Murah: Jaga Stabilitas Harga Bapokting
Selain infrastruktur dan kebencanaan, Pemkab Garut juga fokus pada ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) . Operasi pasar murah akan terus digencarkan bersama Kapolres dan Dandim untuk menjamin stabilitas harga dan stok di masyarakat.
“Kita akan melakukan survei dan operasi pasar murah bersama Kapolres dan Dandim untuk menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Meskipun harganya sudah biasa agak naik, tapi menurut kami masih terkendali,” lanjutnya.
| Komoditas | Kondisi |
|---|---|
| Bapokting | Stok aman, harga terkendali |
| Operasi Pasar | Digencarkan di titik-titik strategis |
| Pengawasan | Bersama TNI/Polri |
Insentif untuk Kusir Andong, Ojek, dan Becak
Salah satu kebijakan khusus yang diambil tahun ini adalah pemberian insentif bagi kusir andong, pengemudi ojek, dan becak di jalur utama mudik. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan di jalan raya.
“Kita bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi memberikan insentif kepada para andong, ojek, becak, dan lainnya supaya mereka bisa berhenti pada hari yang telah ditetapkan. Sekarang ada 7 hari, ada tambahan. Biayanya dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Garut,” jelas Bupati.
Kebijakan ini menjadi solusi win-win: para pengemudi tetap mendapatkan penghasilan, sementara arus lalu lintas lebih lancar dan aman.
Rest Area di Kantor Kecamatan dan Puskesmas Siaga
Bupati juga telah menginstruksikan kepada para camat untuk menyediakan rest area di kantor kecamatan yang strategis. Selain itu, Dinas Kesehatan diminta menyiagakan seluruh Puskesmas, terutama di jalur lintasan mudik.
Tak hanya itu, Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR diminta memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) berfungsi optimal dan perbaikan jalan darurat (temporary) selesai selambat-lambatnya esok hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
13 Hari Operasi, 1.747 Personel Dikerahkan
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama 5 hari.
“Yang pertama kami mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dengan mendirikan pos pam, pos pelayanan, dan sebagainya,” ungkapnya.
Untuk menjaga kelancaran di titik-titik pasar tumpah, pihak kepolisian akan memasang water barrier guna mencegah parkir liar di bahu jalan. Selain jalur mudik, pengamanan juga akan diperketat di lokasi wisata dan area ziarah makam yang kerap ramai dikunjungi saat libur Lebaran.
“Di pasar-pasar besar kami juga mengimbau agar arus lalu lintas tetap lancar dengan memberikan water barrier, jadi masyarakat tidak parkir di depan pasar. Untuk mengantisipasi genangan air yang menyebabkan kemacetan, kami berkoordinasi dengan Pemda yang memiliki alat penyedot air,” tuturnya.
Total personel yang dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 sebanyak 1.747 personel, termasuk melibatkan anggota Brimob.
Sinergi Lintas Sektor untuk Mudik Aman dan Nyaman
Operasi Ketupat Lodaya 2026 menjadi bukti nyata sinergi antara Pemkab Garut, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menciptakan mudik yang aman, lancar, dan nyaman. Dengan prediksi 3 juta pemudik, persiapan matang dari berbagai sektor menjadi kunci utama.Aspek Kesiapan Personel 1.747 personel dikerahkan Durasi Operasi 13 hari + 5 hari KRYD Rest Area Kantor kecamatan, puskesmas Infrastruktur PJU, perbaikan jalan darurat Bencana Tim siaga di 4 titik Transportasi Tradisional Insentif untuk andong, ojek, becak Pasar Water barrier, operasi pasar murah Destinasi Wisata & Ziarah Pengamanan diperketat
Dengan persiapan yang matang, diharapkan para pemudik dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan tenang dan bahagia. Garut tidak hanya menjadi tempat pulang, tetapi juga tempat yang memberi kesan hangat dan pelayanan terbaik.
Selamat mudik Lebaran 1447 H. Utamakan keselamatan, jaga kesehatan, dan nikmati kebersamaan. Garut siap menyambut kepulangan Anda. (**)
#OperasiKetupatLodaya2026 #MudikAman #Lebaran1447H #PolresGarut #PemkabGarut #BupatiGarut #3JutaPemudik #SiagaBencana #RestArea #InsentifAndong #WaterBarrier #MudikNyaman












