[Locusonline.co] JAKARTA – Kabar gembira datang dari negeri mapel. Ragam pangan olahan khas Indonesia semakin diminati di pasar Kanada. Sejumlah produk makanan nusantara kini berhasil menembus jaringan distribusi di negara tersebut, berkat kolaborasi strategis antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Kementerian Perdagangan.
Minat pasar ini terwujud dalam penandatanganan kontrak secara virtual antara Exotique Foods, importir produk Indonesia yang dikelola diaspora, dengan sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2026, dan menghasilkan lima purchase order (PO) dan satu nota kesepahaman (MoU) .
Total nilai transaksi mencapai sekitar 92 ribu dolar AS atau setara lebih dari Rp1,5 miliar untuk pengiriman pangan olahan Indonesia .
Siapa Saja UKM yang Produknya Tembus Kanada?
Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia terlibat dalam kesepakatan ekspor ini. Produk-produk mereka akan dipasarkan melalui jaringan distribusi Exotique Foods di Kanada.
Berikut daftar UKM dan produk unggulan yang berhasil menembus pasar Kanada:Perusahaan Produk Unggulan PT Azaki International Tempe siap saji PT Wins Organic Gula kelapa dan gula aren PT Indo Tropikal Permen jahe CV Dua Sholeha Bawang goreng CV Menara Desa Keripik buah PT Ladang Sehat Pasta bebas gluten (gluten-free pasta)
Ragam produk ini menunjukkan bahwa produk tradisional Indonesia yang diolah secara modern memiliki daya tarik kuat di pasar internasional, termasuk di negara dengan standar tinggi seperti Kanada.
Apresiasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LPEI atas dukungannya dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional.
“KBRI Ottawa selalu mendorong kolaborasi strategis antarpemangku kepentingan di Indonesia dan Kanada. Hal ini untuk meningkatkan ekspor produk nusantara, termasuk makanan olahan ke pasar Kanada,” kata Muhsin dalam siaran pers tertulis, Kamis, 12 Maret 2026 .
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI, Sulaeman, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha merupakan mandat pemerintah untuk memperkuat ekspor nasional.
“LPEI terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor. Hal itu agar pelaku usaha Indonesia termasuk UKM dapat meningkatkan kapasitas usaha,” ujar Sulaeman .
Tren Positif Ekspor Pangan Olahan ke Kanada
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Kemendag, Miftah Farid, mengungkapkan bahwa pasar Kanada sangat potensial. Karakter masyarakatnya yang multikultural membuka peluang lebar bagi produk makanan dan minuman Indonesia.
Data menunjukkan tren yang sangat positif:
- 2023: Ekspor makanan dan minuman olahan RI ke Kanada sekitar US$56,4 juta .
- 2025: Nilai ekspor melonjak menjadi US$116,7 juta .
- Pertumbuhan: Mencapai 106,8% dalam dua tahun terakhir!
“Pertumbuhan tersebut mencapai sekitar 106,8 persen dalam dua tahun terakhir. Hal itu menunjukkan tren positif bagi pengembangan ekspor pangan olahan Indonesia,” ucap Miftah .
Tantangan dan Langkah ke Depan
Atase Perdagangan KBRI Ottawa, Mahdewi Silky, menambahkan bahwa permintaan pasar Kanada masih terbuka sangat luas. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi sejumlah persyaratan pasar, terutama terkait standar dan logistik.
“Permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia memiliki potensi sangat baik untuk dikembangkan. Namun, pelaku usaha perlu memenuhi standar dan memperkuat aspek logistik,” ujar Mahdewi .
Ke depan, KBRI Ottawa bersama Kemendag dan LPEI akan terus memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar Kanada. Upaya ini sejalan dengan semangat mendorong produk lokal menembus pasar global dan meningkatkan nilai ekspor nasional. (**)











