Literasi Keuangan yang Masih Terbatas
Tanti juga menilai rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu akar persoalan. Banyak masyarakat belum memahami pentingnya dana darurat, pengelolaan utang, serta investasi jangka panjang.
Tanpa tabungan dan aset produktif, peningkatan penghasilan tidak otomatis menjamin kesejahteraan yang berkelanjutan.
Meski demikian, tidak semua masyarakat sepenuhnya terjebak dalam pola tersebut. Sebagian mulai menyadari pentingnya menyiapkan dana darurat atau tabungan jangka panjang.
Namun realitas ekonomi menunjukkan bahwa bagi banyak pekerja Indonesia, penghasilan yang diperoleh sering kali hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Dalam kondisi tersebut, menabung atau berinvestasi bukan sekadar soal kesadaran, melainkan juga soal kemampuan finansial yang memang terbatas.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












