Militer Amerika Serikat juga mengalami kerugian. Sebuah pesawat pengisi bahan bakar militer dilaporkan jatuh di wilayah barat Irak, menewaskan empat dari enam awak yang berada di dalamnya.
Di sisi lain, Iran terus meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Israel. Serangan tersebut memicu respons militer Israel yang meningkatkan operasi udara terhadap sejumlah target di Iran.
Militer Israel menyatakan angkatan udaranya menyerang lebih dari 200 sasaran di wilayah barat dan tengah Iran dalam satu hari terakhir. Target tersebut mencakup peluncur rudal balistik, sistem pertahanan udara, serta fasilitas produksi senjata.
Serangan Israel juga meluas ke wilayah Lebanon dengan menargetkan kelompok bersenjata Hizbullah yang selama ini dikenal sebagai sekutu Iran.
Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan adanya korban sipil dalam serangan udara di sekitar ibu kota Teheran. Seorang perempuan dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di dekat lokasi demonstrasi peringatan Hari Quds.
Demonstrasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang digelar di berbagai kota di Iran. Aksi itu dihadiri oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Dengan eskalasi yang terus meningkat, konflik di Timur Tengah kini tidak lagi hanya menjadi pertarungan dua negara. Kawasan yang selama puluhan tahun penuh ketegangan kembali berada di ambang konflik regional yang lebih luas.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









