Bisnis

Dari Depok ke Mancanegara, Kisah Ifti Menghidupkan Wastra Nusantara Lewat Pekatan Batik

rakyatdemokrasi
×

Dari Depok ke Mancanegara, Kisah Ifti Menghidupkan Wastra Nusantara Lewat Pekatan Batik

Sebarkan artikel ini
Dari Depok ke Mancanegara, Kisah Ifti Menghidupkan Wastra Nusantara Lewat Pekatan Batik locusonline featured image Mar 2026

[Locusonline.co] DEPOK – Di tengah gempuran mode modern, kecintaan terhadap wastra Nusantara tetap menyala di hati Ifti, seorang pengusaha batik asal Pekalongan yang kini berdomisili di Kota Depok. Melalui brand Pekatan Batik, ia mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kekayaan budaya Indonesia, membuktikan bahwa batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan warisan yang harus terus hidup dan dikenakan lintas generasi.

Kecintaan Ifti terhadap wastra Nusantara semakin kuat setelah bertemu dengan sang suami yang memiliki minat serupa. Pada akhir November 2019, Pekatan Batik resmi berdiri di Depok, Jawa Barat. Namun, perjalanan awal usaha ini tidak berjalan mulus. Pandemi COVID-19 yang melanda tak lama setelah usaha berdiri memaksanya vakum sementara .

tempat.co

Bangkit dari Pandemi lewat Daring

Usaha tersebut sempat terhenti sebelum akhirnya kembali berjalan melalui penjualan secara daring. Dari titik itulah Pekatan perlahan berkembang. Ifti tidak hanya menjalankan usaha, tetapi juga menciptakan ruang untuk menjaga agar wastra Nusantara tetap hidup dan berkembang di tengah modernitas .

Koleksi: Batik Tulis, Tenun Badui, hingga Lurik ATBM

Pekatan Batik melestarikan kekayaan Nusantara melalui berbagai koleksi, antara lain:

  • Batik tulis
  • Tenun Badui
  • Lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM)

Semuanya dihadirkan dalam koleksi pesisiran dan produk ready-to-wear yang dirancang agar tetap modis. Bagi Ifti, batik dan tenun bukan sekadar kain, melainkan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga .

Melalui desain yang modern, terbatas, dan eksklusif, Pekatan berupaya mengubah stigma bahwa batik hanya identik dengan acara formal atau generasi lama. Wastra Nusantara dapat dikenakan di berbagai kesempatan, tetap modis tanpa kehilangan nilai budayanya .

Ramah Lingkungan dengan Konsep Zero Waste

Dalam produksinya, Pekatan Batik berusaha memaksimalkan penggunaan kain. Sisa potongan bahan tidak dibiarkan terbuang, tetapi diolah kembali menjadi produk baru yang tetap memiliki nilai. Dengan demikian, setiap koleksi hadir dalam jumlah terbatas sekaligus lebih ramah lingkungan .

Dedikasi Ifti membuahkan hasil. Berbagai koleksi Pekatan Batik telah menjangkau pasar lokal dan nasional, bahkan dibawa ke berbagai negara seperti Korea dan beberapa negara di Eropa. Produk Pekatan juga kerap digunakan sebagai suvenir oleh instansi dan perusahaan dalam agenda internasional .

Peran Rumah BUMN BRI dalam Mengembangkan Usaha

Perjalanan usaha Pekatan Batik semakin berkembang ketika Ifti bergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta pada 2024. Di sana, ia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga belajar mengembangkan bisnis melalui berbagai pelatihan dan kesempatan yang diberikan.

“Saya mengikuti pelatihan fashion, desain, bisnis, dan keuangan. Meski tidak berlatar belakang desainer, saya banyak belajar tentang desain dan pengelolaan bisnis, serta mendapat kesempatan pameran dan business matching. Menurut saya, proses yang paling berdampak adalah expo dan pelatihan desain. Dari expo saya bisa melihat produk dan model yang paling diminati pasar. Dari pelatihan desain, saya belajar banyak karena tidak punya latar belakang sebagai seorang desainer,” ujar Ifti .

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menambahkan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi para pelaku usaha agar dapat meningkatkan kapasitas sekaligus daya saing bisnis. Inisiatif ini disusun untuk mendukung UMKM dalam memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang kian ketat .

Ia juga menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di Indonesia. (**)

Rangkuman Perjalanan Pekatan Batik

AspekKeterangan
PendiriIfti, pengusaha asal Pekalongan di Depok
BerdiriAkhir November 2019
FokusBatik tulis, tenun Badui, lurik ATBM
DesainModern, terbatas, eksklusif (ready-to-wear)
PasarLokal, nasional, Korea, Eropa
PembinaanBergabung dengan Rumah BUMN BRI Jakarta (2024)
Dampak Rumah BUMNPelatihan desain, bisnis, keuangan, expo, business matching
Komitmen BRI54 Rumah BUMN, 18.218 pelatihan UMKM

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow