“Bus memang mengambil penumpang di beberapa titik sebelum berangkat penuh,” ujar Asep, menjelaskan skema yang mungkin membuat sebagian penumpang merasa perjalanan dimulai jauh sebelum benar-benar meninggalkan kota.
Dari sisi jumlah, arus mudik menunjukkan peningkatan. Sejak 13 Maret hingga H-4 Lebaran, tercatat 20.712 penumpang berangkat dari Leuwipanjang, sementara 17.875 penumpang tiba. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, terminal menyiagakan sekitar 600 unit bus dengan total kapasitas 6.000 kursi, melayani rute dari Sumatera hingga Bali. Jumlah ini disiapkan seiring tren kenaikan penumpang sekitar 10-15 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan skema baru ini, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan juga pengalaman lintas titik yang penuh kejutan. Di satu sisi, sistem ini menunjukkan fleksibilitas operator. Di sisi lain, penumpang mungkin perlu menyiapkan satu hal tambahan: kesabaran ekstra sebelum benar-benar melaju ke luar kota.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










