LOCUSONLINE, GARUT – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini tak hanya memanas di medan geopolitik, tetapi juga di panggung retorika yang kian menyerupai acara hiburan. Dilansir AFP, Minggu (22/3). Presiden AS Donald Trump melayangkan ultimatum tegas, buka Selat Hormuz dalam 48 jam, atau siap-siap jaringan listrik Iran “dipadamkan” secara paksa.
Dalam pernyataannya di platform media sosial, Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran dimulai dari yang terbesar jika Teheran tidak segera membuka jalur vital tersebut tanpa syarat. Selat Hormuz sendiri diketahui menjadi jalur strategis bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas dunia, menjadikannya urat nadi energi global yang kini sedang “dicekik” konflik.
Namun, respons dari Iran tak kalah dramatis. Alih-alih merespons dengan bahasa diplomasi klasik, militer Iran memilih jalur satire balik. Juru bicara markas Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, melontarkan kalimat yang familiar di telinga publik: “You’re fired!”
Ungkapan tersebut bukan sekadar ejekan, melainkan sindiran langsung terhadap gaya khas Trump saat masih menjadi bintang acara televisi The Apprentice. Kalimat yang dulu digunakan untuk memecat peserta, kini dipantulkan kembali ke sumbernya dalam konteks konflik internasional.
Sejak perang antara AS-Israel dan Iran pecah pada 28 Februari lalu, Teheran diketahui membatasi akses Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan balik. Dampaknya, distribusi energi global terganggu, harga bahan bakar melonjak, dan negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut mulai mencari alternatif atau sekadar berharap konflik cepat selesai.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












