LOCUSONLINE, GARUT – Ketegangan kawasan kembali naik level setelah Garda Revolusi Iran meluncurkan serangan gelombang ke-76 sebuah angka yang jika ini tontonan, sudah cukup untuk menyalip jumlah episode sinetron prime time.
Dilansir dari beberapa sumber berita. Dalam operasi terbarunya, Iran mengerahkan kombinasi drone dan rudal, termasuk rudal Qiam berbahan bakar cair serta Zolfaghar berbahan bakar padat. Sasaran yang dipilih pun bukan sembarangan, melainkan instalasi strategis milik Amerika Serikat dan Israel di berbagai titik kawasan.
Beberapa target utama mencakup pangkalan udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, pangkalan Victory di Irak, serta Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.
Serangan juga diarahkan ke sejumlah lokasi di Israel, termasuk Tel Aviv, Haifa, dan kawasan Askalan. Salah satu rudal dengan hulu ledak kluster dilaporkan menghantam wilayah permukiman di Nesher, pinggiran Haifa.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kerusakan pada bangunan dua lantai, dengan bagian atas hancur dan puing berserakan. Meski demikian, militer Israel menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, sebuah klaim yang seperti biasa, berdiri di tengah kabut informasi perang.
Baca Juga : Ultimatum 48 Jam vs ‘You’re Fired’: Saat Diplomasi Timur Tengah Berubah Jadi Audisi Reality Show Global
Tak butuh waktu lama, militer Israel merespons dengan menyerang pinggiran selatan Beirut wilayah yang dikenal sebagai basis kuat kelompok Hizbullah.
Serangan ini menjadi yang pertama dalam beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya Israel mengklaim berhasil menangkap dua anggota Hizbullah. Infrastruktur kelompok tersebut juga dilaporkan menjadi target, menyusul peringatan evakuasi yang diberikan kepada warga setempat.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










