[Locusonline.co] Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari pengembang ChatGPT, OpenAI. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu secara resmi mengumumkan penghentian operasional Sora, aplikasi pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (AI) yang baru diluncurkan tahun lalu. Penutupan ini terjadi tanpa pengumuman alasan spesifik, sekaligus menandai berakhirnya kemitraan besar dengan raksasa hiburan Disney .
Kabar ini disampaikan langsung oleh tim Sora melalui unggahan di media sosial X pada Selasa (24/3) waktu setempat. "Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih," tulis pernyataan resmi mereka. Tim Sora menambahkan bahwa mereka akan segera membagikan jadwal penghentian aplikasi dan API, serta detail tentang cara menyimpan karya pengguna .
Di Balik Layar: "Biang Kerok" Penutupan Sora
Penutupan Sora bukanlah keputusan mendadak. Sejumlah sumber mengungkapkan bahwa di balik layar, OpenAI sedang melakukan "strategic pivot" atau perombakan strategi besar-besaran menjelang potensi penawaran saham perdana (IPO) yang ditargetkan pada akhir tahun ini .
Ada tiga faktor utama yang menjadi pemicu:
1. "Lubang Hitam" Sumber Daya
Sora dikenal sebagai aplikasi yang sangat boros komputasi. Sejak awal, karyawan internal OpenAI sempat mempertanyakan mengapa perusahaan mengalokasikan sumber daya komputasi yang langka dan mahal untuk Sora, yang justru menggerus kapasitas untuk produk inti lainnya. Analis pun menyebut Sora sebagai "lubang hitam sumber daya" dengan potensi monetisasi yang terbatas .
2. Strategi Fokus ke Produk yang Menguntungkan
OpenAI kini tengah fokus pada produk yang lebih prospektif secara bisnis, yaitu alat bantu pemrograman (coding tools) dan pengembangan "super app". Mereka berencana menggabungkan ChatGPT, Codex, dan browser menjadi satu aplikasi raksasa untuk merebut pangsa pasar perusahaan dari pesaing seperti Anthropic, yang dinilai lebih unggul di sektor enterprise .
3. Peminat Menurun Drastis
Meski sempat viral saat peluncuran perdana pada Februari 2024 dan meluncurkan aplikasi mandiri pada September 2025, popularitas Sora ternyata tidak bertahan lama. Hingga Januari 2026, tingkat unduh (download) aplikasi ini tercatat merosot hingga 45% .