LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah gempuran pusat belanja modern dan godaan belanja daring yang tak kenal diskon akhir, para pedagang di Garut Plaza (GP) justru membuktikan satu hal dimana ekonomi kerakyatan ternyata belum pensiun. Pemerintah Kabupaten Garut pun angkat topi atau setidaknya angkat sambutan atas daya tahan yang nyaris setara bahan bangunan.
Apresiasi itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Garut, Dedy Mulyadi, dalam acara halalbihalal pedagang GP yang digelar di halaman pusat perbelanjaan legendaris tersebut, Jumat (27/3/2026). Dalam nada yang antara bangga dan reflektif, ia menilai Garut Plaza masih mampu berdiri tegak sebagai simbol ekonomi lokal yang tidak ikut “checkout” dari persaingan zaman.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan penghargaan tinggi atas kerja keras para pedagang,” ujar Dedy, yang tampaknya menyadari bahwa bertahan di sektor ritel saat ini lebih menantang daripada sekadar buka-tutup toko.
Tak hanya apresiasi, doa juga diluncurkan sebagai “insentif spiritual” agar para pedagang diberi kelancaran usaha, rezeki yang mengalir, dan perlindungan dari segala bentuk krisis, baik ekonomi maupun pelanggan yang hanya “lihat-lihat”.
Di sisi lain, Ketua Koperasi Garut Plaza, Wawan Kurnawan, menggarisbawahi pentingnya peran koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi di dalam kompleks tersebut. Ia berharap roda ekonomi terus berputar, bukan hanya sekadar berderit.
“Dengan koperasi yang sehat, ekonomi di Garut Plaza bisa terus bangkit,” katanya, optimistis bahwa solidaritas masih bisa mengalahkan algoritma marketplace.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










