Senada, Direktur Utama PT Afa, Mahmudin, melihat momentum halalbihalal bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga forum “reset hubungan” tempat pedagang saling memaafkan sebelum kembali bersaing secara sehat dalam dunia dagang.
Namun di balik semangat kebersamaan, suara akar rumput tetap muncul. Seorang perwakilan pedagang, Aris, mengingatkan bahwa romantisme ekonomi tidak cukup tanpa penerangan yang memadai secara harfiah. Ia mengusulkan penambahan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) demi kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Acara ditutup dengan ramah tamah, menandai dimulainya kembali aktivitas ekonomi pasca-Lebaran. Di tengah perubahan zaman, Garut Plaza tampaknya memilih satu strategi sederhana: tetap buka, tetap bertahan, dan tetap percaya bahwa pelanggan akan datang kalau lampunya cukup terang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










