Di panggung global yang sudah penuh dengan ketidakpastian, satu hal tampaknya pasti: jika retorika adalah indikator, maka kedua pihak saat ini sedang berbicara dalam bahasa yang sama yaitu bahasa ancaman.
Dan seperti biasa, dunia hanya bisa menonton, sambil berharap “mode neraka” ini tidak benar-benar diaktifkan.
Sumber: Tasnim News Agency

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










