LifestyleNasionalNews

MBG Disebut ‘Game Changer’, Peternak Diminta Siap Jadi Startup

bhegins
×

MBG Disebut ‘Game Changer’, Peternak Diminta Siap Jadi Startup

Sebarkan artikel ini
Image swq1u7swq1u7swq1
Foto Ilustrasi AI

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah membuka pintu masuk bagi 1 juta sapi perah. Sebuah langkah yang terdengar progresif meski di lapangan, tantangannya tak kalah “liar” dari targetnya.

Di balik optimisme itu, Rachmat mengakui ada sejumlah persoalan klasik yang belum terselesaikan. Lebih dari 90 persen peternakan masih dikelola oleh peternak kecil dengan produktivitas terbatas.

tempat.co

Masalah lain pun tak kalah pelik: sistem pembibitan yang belum optimal, ketergantungan impor, mahalnya pakan, hingga ancaman penyakit hewan.

Singkatnya, sebelum sapi menjadi “game changer”, peternaknya masih harus berjuang di level “survival mode”.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong kolaborasi dengan sektor swasta dan akademisi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pengembangan “Sapi Merah Putih” berbasis teknologi genomik upaya menghadirkan ternak yang lebih produktif dan tahan penyakit.

Di atas kertas, ini terdengar seperti lompatan menuju peternakan modern. Namun di kandang-kandang kecil, pertanyaan sederhana masih menggantung: apakah teknologi ini bisa menjangkau peternak kecil, atau hanya berhenti di seminar dan proposal?

Program MBG kini diposisikan sebagai simpul antara kebijakan sosial dan strategi ekonomi. Rakyat mendapat makan, peternak mendapat pasar, dan negara berharap mendapat pertumbuhan.

Namun seperti banyak “game changer” lainnya, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh konsep, tetapi juga eksekusi, terutama di lapangan yang sering kali lebih keras dari ruang rapat.

Untuk saat ini, satu hal pasti di tengah janji besar kedaulatan pangan, sapi-sapi Indonesia sedang dipanggil untuk ikut berperan dalam panggung ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow