HukumNasionalNewsPemerintah

WFH ASN 2026 Berlaku, Tapi Pejabat dan Layanan Publik Tetap WFO: Fleksibilitas yang Tidak Merata

bhegins
×

WFH ASN 2026 Berlaku, Tapi Pejabat dan Layanan Publik Tetap WFO: Fleksibilitas yang Tidak Merata

Sebarkan artikel ini
69ca360a9e608
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai rapat di Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Termasuk di dalamnya layanan kedaruratan, ketertiban umum, pendidikan, perizinan, hingga pengelolaan pendapatan daerah.

Dengan kata lain, saat sebagian ASN bekerja dari rumah, sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap harus “on site” karena kebutuhan publik tidak mengenal jadwal fleksibel.

tempat.co

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kebijakan ini memang dirancang dengan pengecualian.

Sektor strategis seperti industri, energi, air, pangan, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan juga wajib tetap beroperasi dari kantor atau lapangan.

“Yang dikecualikan adalah sektor layanan publik dan sektor strategis,” ujar Airlangga.

Kebijakan WFH setiap Jumat ini mulai berlaku 1 April 2026 dan akan dievaluasi setiap dua bulan. Pemerintah menekankan bahwa tujuan utama adalah efisiensi energi dan peningkatan produktivitas berbasis digital.

Namun di lapangan, kebijakan ini juga menegaskan satu hal klasik dalam birokrasi: tidak semua perubahan bisa berlaku merata.

Kebijakan ini menghadirkan wajah baru birokrasi yang lebih modern, lebih digital tapi sekaligus mengingatkan bahwa fleksibilitas dalam pemerintahan tetap punya batas.

Bagi sebagian ASN, Jumat mungkin jadi hari kerja dari rumah dan bagi yang lain Jumat tetap hari biasa dengan tugas yang tidak bisa dipindahkan ke ruang tamu.

Dan di situlah ironi kebijakan ini berdiri, negara boleh fleksibel, tapi pelayanan publik tetap harus tegak lurus di tempat.*****

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow