[Locusonline.co] Cileunyi – Saparudin (56), warga Dusun Babakan Cikeruh RT 02 RW 14, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, akhirnya bisa bernapas lega. Rumah yang selama ini ia tempati bersama 11 anggota keluarganya dalam kondisi memprihatinkan kini akan segera diperbaiki melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Kisah hidup Saparudin dan keluarganya viral setelah diberitakan media, mendorong pemerintah dan berbagai pihak untuk segera bertindak.
Kondisi Rumah: Bilik Bambu Keropos, Lantai Tanah, Atap Bocor
Selama bertahun-tahun, Saparudin dan keluarganya harus bertahan di rumah berukuran 3x6 meter dengan kondisi nyaris roboh. Dinding bilik bambu yang keropos, atap bocor, hingga lantai tanah yang becek saat hujan menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.
"Ini kebetulan kondisinya bilik semua, dan di dalam sudah keropos. Takut kalau hujan atau angin, jadi kurang tenang untuk ditempati," ujar Saparudin saat ditemui, Jumat (3/4/2026).
Ia mengaku telah tinggal di rumah tersebut sejak tahun 2020 bersama tiga kepala keluarga dengan total 12 orang. Kondisi sempit membuat mereka harus tidur berdempetan.
| Aspek Rumah | Kondisi |
|---|---|
| Ukuran | 3 x 6 meter |
| Dinding | Bilik bambu keropos |
| Lantai | Tanah, becek saat hujan |
| Atap | Bocor di beberapa bagian |
| Penghuni | 12 orang (3 KK) |
Saat hujan turun, sebagian atap rumah bocor. Namun ia tak berani memperbaiki sendiri karena khawatir bangunan akan roboh saat dinaiki.
"Kalau mau dibetulin juga takut, pas naik takutnya roboh," ungkapnya.