Kamis, 4 Juni 2026

50 Tahun Emas Yayasan Bani Syech Nuryayi: Bupati Garut Ajak Semua Elemen Bersama Entaskan Kemiskinan

Photo Author
Makmur Suradi, Locusonline.co
- Minggu, 5 April 2026 | 08:08 WIB


[Locusonline.co] GARUT – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Gedung Yayasan Bani Syech Nuryayi, Kecamatan Karangpawitan, saat acara Haul dan Halalbihalal 1447 H/2026 M berlangsung pada Sabtu (4/4/2026). Mengusung tema besar "50 Tahun Emas Yayasan Bani Syech Nuryayi sebagai Pondasi Karya Monumental Para Pendiri" , kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun Garut yang lebih baik.





Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, hadir langsung di tengah-tengah para ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran Forkopimda. Kehadirannya disambut hangat oleh pengurus yayasan, termasuk Ketua Yayasan Bani Syech Nuryayi, Aceng Abdul Mujib, serta para ketua dewan pembina dan penasehat.





Bupati: Yayasan Bani Syech Nuryayi Adalah Pondasi Generasi Religius





Dalam sambutannya, Bupati Garut menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam terhadap peran yayasan dalam mencetak generasi religius di Kabupaten Garut. Selama setengah abad, yayasan ini telah menjadi pondasi kuat bagi terbentuknya karakter masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.






“Tugas kita semua adalah untuk melanjutkan apa yang menjadi cita-cita para sepuh secara bersama-sama untuk membangun Kabupaten Garut yang lebih hebat dan berkelanjutan,” ujar Abdusy Syakur Amin.






Ia menekankan pentingnya melanjutkan warisan perjuangan para tokoh pendahulu (sepuh) yang telah mendidikasikan hidup mereka demi kemajuan daerah. Menurutnya, keberhasilan yayasan dalam mencapai usia emas 50 tahun bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.





Tantangan Garut: Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan





Bupati juga menyoroti kondisi Kabupaten Garut yang saat ini masih belum ideal berdasarkan berbagai tantangan di sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Ia secara terbuka mengakui bahwa angka kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan berkualitas, serta layanan kesehatan yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah besar.





Namun, Bupati menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah semata.


Halaman:

Editor: Makmur Suradi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X