[Locusonline.co] Jakarta – Sebuah surat menyentuh dari seorang pelajar SMK di Kudus, Jawa Tengah, viral di media sosial. Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus, secara tegas menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Prabowo Subianto: ia menolak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta agar jatahnya dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan para gurunya.
Surat yang ditulis dengan tangan dan unggah ke berbagai platform media sosial ini langsung menuai beragam reaksi. Banyak yang terharu sekaligus kagum dengan pemikiran tajam dan kepekaan sosial Rafif yang masih berusia remaja.
Isi Surat: "Saya Menolak Menerima MBG untuk Diri Saya"
Dalam suratnya yang ditujukan langsung kepada Presiden, Rafif mengawali dengan salam dan memperkenalkan dirinya sebagai pelajar dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh, ibunya seorang ibu rumah tangga.
"Sejak kecil, saya diajarkan untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam membentuk diri saya. Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati. Guru di sekolah, ustadz yang mengajarkan mengaji, serta para kiai yang membimbing akhlak dan ilmu, memiliki peran besar dalam kehidupan saya."
Namun, Rafif melihat ironi. Di satu sisi, para gurunya mengabdi dengan dedikasi tinggi tetapi kesejahteraannya belum layak. Di sisi lain, pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk program MBG.
Dengan lugas, Rafif menyatakan:
"Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya."