Artinya, negara memang “belanja dulu, hitung kemudian” tentu dengan catatan tetap dalam batas kendali.
“Kita monitor terus sepanjang tahun, pendapatan dan belanja akan kita jaga,” katanya.
Meski pemerintah menyebut defisit sebagai hal wajar, publik tetap dihadapkan pada pertanyaan klasik: sampai kapan strategi ini aman?
Di satu sisi, defisit bisa mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja negara. Di sisi lain, jika tidak terkendali, ia bisa menjadi pintu masuk bagi peningkatan utang.
Namun untuk saat ini, pesan pemerintah cukup jelas dan mungkin sedikit menenangkan sekaligus menggelitik: Defisit bukan kegagalan, melainkan bagian dari rencana.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










