Eksekutif produser Irsan Yapto menyebut cerita ini relevan dengan kondisi masyarakat yang kerap memilih jalan instan demi pengakuan.
Di era sekarang, manusia tidak perlu setan untuk menjerumuskan diri cukup tekanan sosial dan keinginan terlihat “lebih”.
Mistis Jawa Bertemu Realitas Digital
Film ini juga menghadirkan nuansa mistis Jawa yang kental, dipadukan dengan visual sinematik yang serius. Bahkan, Hana Saraswati mengaku mengalami pengalaman emosional yang cukup intens saat menjalani adegan ritual, mungkin karena batas antara akting dan realitas terasa semakin tipis.
Horor Baru: Bukan Hantu, Tapi Gengsi
Pada akhirnya, film ini menyampaikan pesan yang cukup menohok tanpa perlu berteriak: bahwa horor terbesar hari ini bukan lagi makhluk halus, melainkan ambisi tanpa batas dan kebutuhan akan pengakuan sosial.
Karena di dunia nyata, yang sering “harus mati” bukan tubuh, melainkan akal sehat.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











