Salah satu strategi yang digunakan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), atau dalam bahasa sederhana: mencoba “memesan hujan” dengan menyemai awan yang masih tersedia.
“Kami lakukan rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut selama masih ada awan yang bisa dimanfaatkan,” kata Faisal.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelembapan lahan gambut agar tidak mudah terbakar sebuah upaya preventif yang cukup krusial mengingat sejarah karhutla di Indonesia yang kerap berulang saat kemarau panjang.
Di tengah prediksi ini, masyarakat mungkin perlu mulai berdamai dengan kenyataan baru: hujan bukan lagi gangguan aktivitas, melainkan sesuatu yang justru dinanti.
Jika biasanya orang mengeluh “hujan lagi, hujan lagi”, tahun ini bisa jadi berubah menjadi “kok belum hujan juga?”
Namun di balik itu, ada pesan serius: kemarau panjang bukan sekadar soal panas dan kekeringan, tetapi juga soal ancaman kebakaran yang bisa berdampak luas dari lingkungan hingga kesehatan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










