[Locusonline.co] Bandung – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai memetakan pengembangan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Kota Bandung. Langkah awal ditandai dengan peninjauan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Balai Yasa Jembatan Kiaracondong.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam kunjungan tersebut. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, turut hadir dalam agenda yang menjadi tahap awal perencanaan pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Tim Gabungan Dibentuk, Konsep Dasar Dipaparkan 25 April
Maruarar menyatakan bahwa pemerintah tengah menyusun perencanaan melalui tim gabungan yang melibatkan Kementerian PKP, KAI, Danantara, dan Pemerintah Kota Bandung. Tim ini bertugas mengkaji aspek teknis, tata ruang, serta kesiapan kawasan sebelum proyek dimulai.
“Kami bekerja untuk kepentingan rakyat. Lahan-lahan ini akan disiapkan untuk hunian MBR agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau,” kata Maruarar.
Ia menambahkan, tim akan memaparkan konsep dasar pengembangan pada 25 April 2026. Pemerintah menargetkan kawasan hunian tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah.
Konsep TOD: Mengurangi Ketergantungan pada Kendaraan Pribadi
Rencana ini juga mencakup pengembangan kawasan berbasis TOD yang mengutamakan konektivitas dengan moda transportasi publik. Pemerintah berharap konsep ini mampu:
| Tujuan | Keterangan |
|---|---|
| Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi | Mendorong penggunaan transportasi publik |
| Meningkatkan efisiensi mobilitas warga | Akses mudah ke stasiun dan moda transportasi lain |
| Menciptakan kawasan terintegrasi | Hunian, fasilitas umum, dan transportasi dalam satu kawasan |
Sorotan dan Tantangan: TOD Sering Tak Ideal
Meskipun rencana ini ambisius, tidak luput dari sorotan. Sejumlah pihak menilai implementasi TOD di berbagai daerah kerap belum sepenuhnya sesuai dengan konsep ideal. Beberapa tantangan yang perlu diwaspadai: