[Locusonline.co] Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat mengantisipasi dampak kenaikan harga plastik yang dinilai dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok dan biaya produksi UMKM. Langkah ini dilakukan melalui monitoring pasar secara rutin hingga pendampingan pelaku UMKM agar tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan harga jual.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik saat ini cukup signifikan dan dipicu oleh faktor global.
"Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan ya, sekitar 30 sampai 60 persen. Jadi memang dipacu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari," ujar Mia Santi Dewi, Senin (6/4/2026).
Data Kenaikan Harga Plastik
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkopumdag Surabaya, kenaikan harga plastik terjadi dalam rentang yang lebar, tergantung jenis dan ukuran kemasan.
| Jenis Kemasan | Estimasi Kenaikan |
|---|---|
| Kantong plastik kecil | 30–40% |
| Kantong plastik sedang | 40–50% |
| Kemasan plastik besar/industri | 50–60% |
Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga energi dunia.
Langkah Antisipatif Pemkot Surabaya
Mia menjelaskan, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan harga dan ketersediaan barang di pasar hingga pendampingan langsung kepada pelaku UMKM.
| Langkah Antisipasi | Keterangan |
|---|---|
| Monitoring harga rutin | Pengecekan di pasar dan toko secara berkala |
| Pendampingan UMKM | Fokus pada inovasi kemasan alternatif |
| Memutus rantai pasok | Komunikasi langsung dengan distributor |
| Edukasi kemasan non-plastik | Dorongan beralih ke bahan ramah lingkungan |
"Dinas Koperasi UMKM serta Perdagangan Kota Surabaya sudah melakukan beberapa langkah antisipasi, monitoring harga dan ketersediaan secara rutin. Kemudian melakukan pendampingan pada UMKM di lapangan," katanya.