[Locusonline.co] Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang lebih efisien dan mendukung program penghematan energi nasional. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah di tengah ancaman krisis global yang berpotensi berkepanjangan.
"Secara kelembagaan, UPI sudah siap. Bahkan saat ini kami tengah merintis pengembangan program studi berbasis PJJ, dengan target hingga 15 program studi pada tahun ini," kata Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani, di Bandung, Rabu (8/4/2026).
Tidak Semua Mata Kuliah Bisa Daring
Ahmad menjelaskan bahwa implementasi PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah dan tidak dilakukan secara seragam. Menurutnya, mata kuliah teori dinilai lebih memungkinkan dilaksanakan secara daring, sementara mata kuliah praktik tetap membutuhkan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk menjaga kualitas hasil belajar mahasiswa.
| Jenis Mata Kuliah | Metode Pembelajaran | Keterangan |
|---|---|---|
| Teori | Daring (PJJ) | Lebih fleksibel dan efisien |
| Praktik | Tatap Muka | Membutuhkan laboratorium, studio, atau kerja lapangan |
UPI juga akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap mata kuliah, dosen pengampu, serta kesiapan modul digital sebelum penerapan penuh dilakukan.
Infrastruktur Digital UPI: SPOT dan Pemantauan Interaksi
Dari sisi infrastruktur, UPI telah menyiapkan penguatan platform pembelajaran digital, termasuk pengembangan Sistem Pembelajaran Online Terpadu (SPOT) dan sistem pemantauan interaksi belajar. Platform ini dirancang untuk memastikan bahwa proses pembelajaran daring tetap interaktif dan terukur.
"Tantangan utama bukan pada kebijakan, tetapi pada kesiapan konten pembelajaran digital. Modul harus lengkap dan interaksi dosen-mahasiswa harus terjamin agar PJJ berjalan efektif," katanya.
UPI saat ini tengah mendorong para dosen untuk melengkapi materi pembelajaran digital, mulai dari teks, video, tugas, hingga evaluasi.