Kisah Garut hari ini menghadirkan ironi klasik birokrasi
di atas kertas, skor bagus, sistem rapi, dan predikat siap antikorupsi.
Namun di lapangan, satu kasus saja bisa menggoyahkan kepercayaan publik.
Program Kabupaten Antikorupsi sejatinya bukan sekadar soal lolos penilaian KPK, tetapi bagaimana hukum berjalan konsisten tanpa “lari-lari kecil” di tempat.
Jika tidak, maka predikat antikorupsi bisa berubah menjadi sekadar label, sementara praktik yang dipertanyakan tetap berputar di lintasan yang sama.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










