KesehatanNasional

Kemenkes Gelar Imunisasi Campak Massal untuk Nakes dan Dokter Internship di 14 Provinsi

rakyatdemokrasi
×

Kemenkes Gelar Imunisasi Campak Massal untuk Nakes dan Dokter Internship di 14 Provinsi

Sebarkan artikel ini
Kemenkes Gelar Imunisasi Campak Massal untuk Nakes dan Dokter Internship di 14 Provinsi locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program imunisasi campak (Measles-Rubella/MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit Kemenkes dan RSUD di 14 provinsi dengan kasus campak terbanyak, serta seluruh dokter internship di Indonesia.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengumumkan bahwa target sasaran program ini sangat besar, mencapai lebih dari 250 ribu tenaga medis dan tenaga kesehatan.

tempat.co

“Imunisasi MR ini akan diberikan pada 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi, serta 28.321 dokter umum dan dokter gigi intensif di seluruh Indonesia,” kata Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Hingga pelaksanaan konferensi pers, tercatat 565 tenaga kesehatan dan tenaga medis telah menerima imunisasi. Kemenkes memastikan program ini akan terus berjalan hingga seluruh target sasaran tercapai.

14 Provinsi Prioritas dengan Kasus Campak Tertinggi

Program imunisasi ini menyasar 14 provinsi yang dinilai memiliki kasus campak tertinggi di Indonesia. Meskipun Kemenkes tidak menyebutkan secara rinci satu per satu dalam rilis ini, secara historis provinsi dengan beban campak tinggi biasanya meliputi wilayah padat penduduk seperti:

  • Jawa Barat
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • Banten
  • Sumatera Utara
  • Sulawesi Selatan
  • Lampung
  • dan provinsi lainnya dengan cakupan imunisasi rendah.

Ketentuan Pemberian Imunisasi: Tergantung Riwayat

Andi menjelaskan bahwa pemberian imunisasi campak tidak diberikan secara merata, tetapi disesuaikan dengan riwayat imunisasi masing-masing tenaga kesehatan.

Riwayat ImunisasiDosis yang Diberikan
Sudah 2 dosisTidak perlu imunisasi
Baru 1 dosisTambahan 1 dosis
Belum pernah imunisasi2 dosis (interval minimal 28 hari)

Dosis yang diberikan adalah 0,5 ml dengan metode injeksi subkutan (ke dalam jaringan lemak di bawah kulit).

Program ini penting karena banyak tenaga kesehatan dewasa saat ini tidak memiliki kekebalan yang memadai terhadap campak, baik karena belum pernah imunisasi di masa kecil maupun karena hanya mendapat satu dosis.

Dukungan dari Rumah Sakit: RSUD Bandung dan RS Adam Malik Medan

Direktur RSUD Kota Bandung, Nitta Kurniati, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan dalam melindungi para nakes.

“Ini melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung, dengan Dinas Kesehatan Provinsi, adalah menyediakan vaksin MR ini… sekitar kurang lebih 20 vial per dosis yang akan diberikan bagi 160 sasaran di RSUD Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Adam Malik Medan, Zainal Safri, juga menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, imunisasi ini sangat penting dan harus dilakukan di seluruh Indonesia.

“Harapannya kejadian-kejadian pada orang dewasa, kita ini tenaga medis dan tenaga kesehatan yang sudah dewasa ini tidak terjadi, karena riwayat-riwayat campak imunisasi dulu kita belum tentu baik,” katanya.

RS Adam Malik Medan sendiri telah menerima 16 vial vaksin MR, yang akan diberikan kepada 160 nakes dan tenaga medis sasaran pada Jumat ini.

Rumah SakitVaksin DiterimaSasaran
RSUD Kota Bandung20 vial160 nakes
RS Adam Malik Medan16 vial160 nakes

Mengapa Nakes Perlu Diimunisasi Ulang?

Tenaga medis dan kesehatan berada di garis terdepan penanganan pasien, termasuk pasien campak. Risiko penularan di lingkungan rumah sakit sangat tinggi. Imunisasi ini bertujuan untuk:

  1. Melindungi nakes dari risiko tertular campak saat merawat pasien
  2. Mencegah penularan dari nakes ke pasien lain yang rentan
  3. Memutus rantai transmisi campak di fasilitas kesehatan
  4. Mendukung program eliminasi campak nasional

Program imunisasi campak massal bagi tenaga medis dan kesehatan ini menjadi langkah strategis Kemenkes dalam melindungi garda terdepan pelayanan kesehatan dari penyakit yang sangat menular. Dengan target lebih dari 250 ribu nakes dan 28 ribu dokter internship, diharapkan kekebalan kelompok di lingkungan fasilitas kesehatan dapat segera tercapai, sehingga risiko penularan campak di rumah sakit dapat ditekan secara signifikan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow