Kamis, 4 Juni 2026

Target 2029: 90 Persen Kecamatan Teraliri Fiber Optik, Kecepatan Internet 100 Mbps!

Photo Author
Admin Locus, Locusonline.co
- Jumat, 10 April 2026 | 07:07 WIB


[Locusonline.co] Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memaparkan strategi ambisius untuk menumbuhkan infrastruktur digital Indonesia hingga tahun 2029. Langkah ini disiapkan untuk menyukseskan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk layanan 5G dan konektivitas nasional.





Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Mulyadi, mengungkapkan tiga strategi utama yang akan dijalankan: fiberisasi, diferensiasi infrastruktur, dan penerapan prinsip open access.





Strategi 1: Fiberisasi – Target 90% Kecamatan Teraliri Serat Optik





Prioritas pertama pemerintah adalah fiberisasi, yaitu perluasan jaringan serat optik hingga ke tingkat kecamatan. Mulyadi menjelaskan bahwa serat optik adalah tulang punggung layanan telekomunikasi berkelanjutan, baik untuk fixed broadband maupun mobile broadband, khususnya sebagai backhaul 5G.





"Hal ini penting karena jaringan fiber optik adalah kunci untuk layanan berkelanjutan, baik fixed broadband atau mobile broadband, khususnya backhaul 5G," kata Mulyadi dalam acara diskusi yang diselenggarakan APJATEL di Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).





Target Fiberisasi hingga 2029:





Indikator2025Target 2029
Jangkauan serat optik per kecamatan72,5%90%
Penetrasi fixed broadband20,83%50%
Kecepatan fixed broadband32,1 Mbps100 Mbps




Dengan peningkatan ini, diharapkan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil, dapat menikmati akses internet cepat dan stabil.





Strategi 2: Diferensiasi Infrastruktur – Penataan Menyeluruh





Strategi kedua adalah diferensiasi, yaitu penataan infrastruktur digital baik yang bersifat pasif maupun aktif. Infrastruktur yang dimaksud meliputi:






  • Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) – penataan kabel bawah tanah untuk mengurangi semrawut




  • Tiang bersama – berbagi penggunaan tiang untuk menekan biaya




  • Infrastruktur pendukung lainnya





Mulyadi menekankan pentingnya keterlibatan APJATEL (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) dalam pengelolaan infrastruktur bersama. Hal ini diharapkan dapat memberikan transparansi biaya pengelolaan dan mendukung kompetisi industri yang lebih sehat.


Halaman:

Editor: Admin Locus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X