BandungPeristiwa

BMKG: 66 Persen Wilayah Jabar Alami Kemarau Lebih Cepat, 93 Persen Cenderung Kering!

rakyatdemokrasi
×

BMKG: 66 Persen Wilayah Jabar Alami Kemarau Lebih Cepat, 93 Persen Cenderung Kering!

Sebarkan artikel ini
BMKG, 66 Persen Wilayah Jabar Alami Kemarau Lebih Cepat, 93 Persen Cenderung Kering! locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih panjang dari biasanya. Masyarakat dan pemerintah daerah diminta waspada terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, mengatakan musim kemarau sudah mulai terjadi pada bulan April ini di sejumlah wilayah.

tempat.co

“Musim kemarau sudah mulai terjadi bulan April ini di wilayah Karawang tengah, Subang tengah, serta sebagian wilayah Indramayu,” katanya di Bandung, Selasa (14/4/2026).

56 Persen Wilayah Jabar Masuk Kemarau pada Mei

Vivi memproyeksikan bahwa pada bulan Mei, lebih dari separuh wilayah Jawa Barat akan menyusul memasuki musim kemarau.

“Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei,” ujarnya.

Wilayah lain seperti sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juni.

66 Persen Lebih Cepat, 93 Persen Cenderung Kering

Secara keseluruhan, BMKG memaparkan prediksi yang mengkhawatirkan:

KategoriPersentase Wilayah Jabar
Kemarau lebih cepat dari normal66%
Kemarau sesuai normal25%
Kemarau lebih lambat dari normal7%

Selain itu, BMKG juga memprediksi kondisi musim kemarau tahun ini cenderung kering, dengan sekitar 93 persen wilayah mengalami kemarau di bawah normal (lebih kering dari biasanya).

Puncak Kemarau: Agustus di 90 Persen Wilayah

Vivi menyebut puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus di sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat. Sebagian kecil wilayah lainnya mengalami puncak pada Juli dan September.

“Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang atau lebih lama dari biasanya,” kata dia.

Imbauan BMKG: Hemat Air, Waspada Kebakaran

Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi dampak kekeringan dengan langkah-langkah berikut:

1. Optimalisasi Sumber Daya Air

  • Kelola waduk dan embung secara optimal
  • Lakukan penghematan penggunaan air bersih

2. Sektor Pertanian

  • Petani diminta menyesuaikan kalender tanam
  • Gunakan varietas tanaman tahan kekeringan

3. Sektor Kebencanaan

  • Waspadai potensi kekeringan ekstrem
  • Waspadai kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

“Untuk sektor kebencanaan, dimohon kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Vivi.

Ringkasan Data Kemarau Jabar 2026

IndikatorPersentase
Wilayah dengan kemarau lebih cepat66%
Wilayah dengan kemarau lebih kering93%
Puncak kemarau (Agustus)90% wilayah
Mulai kemarau (Mei)56% wilayah

Musim kemarau tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir di Jawa Barat. Dengan 66 persen wilayah mengalami kemarau lebih cepat dan 93 persen wilayah cenderung lebih kering dari normal, semua pihak—masyarakat, petani, pemerintah daerah, dan sektor kebencanaan—harus bersiap. Hemat air mulai sekarang, waspadai kebakaran, dan sesuaikan pola tanam! (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow