[Locusonline.co] Bandung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengungkapkan peringatan serius: 66 persen wilayah provinsi ini diprediksi akan dilanda kemarau lebih awal dengan kondisi cuaca yang jauh lebih kering dari biasanya. Tidak hanya itu, durasi kemarau juga diprediksi akan lebih panjang dibanding kondisi normal.
Prakirawan BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, menyampaikan hal ini secara daring di Bandung, Selasa (14/4/2026).
“Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei,” ujar Vivi.
Kemarau Sudah Mulai Merayap Sejak Maret
Vivi menjelaskan bahwa fenomena kemarau ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak bulan Maret di beberapa wilayah.Bulan Wilayah yang Mulai Kemarau Maret Bekasi dan Karawang Utara April Meluas ke Subang dan Indramayu Mei 56% wilayah Jabar masuk kemarau Agustus Puncak kemarau: 90% wilayah Jabar
Durasi Lebih Panjang, 93% Wilayah Kering
Dalam musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung lebih lama, Vivi memperingatkan bahwa diperkirakan 93 persen wilayah akan terkategori kering.
Puncak Kemarau per Wilayah:
| Bulan Puncak | Persentase Wilayah |
|---|---|
| Agustus | 90% wilayah |
| Juli | 8% wilayah (sebagian kecil) |
| September | 2% wilayah |
Wilayah dengan Karakteristik Berbeda (2%):
- Kota Bogor
- Bogor tengah
- Sebagian kecil Sukabumi utara
Hanya 2% wilayah Jawa Barat yang memiliki karakteristik musim berbeda dari wilayah lainnya.
Dampak: Krisis Air Bersih, Kebakaran Hutan, Gagal Panen
Menyikapi kondisi ini, BMKG Jawa Barat mendesak pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera melakukan langkah mitigasi guna menghindari krisis air bersih yang lebih luas.
“Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang atau lebih lama dari biasanya,” kata Vivi.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Petani
1. Hemat Air Bersih
Warga diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih sejak sekarang. Jangan menunggu hingga krisis terjadi.
2. Optimalisasi Waduk, Bendungan, dan Embung
Otoritas terkait diminta mengoptimalisasi operasi waduk, bendungan, serta merehabilitasi embung sebagai cadangan air darurat.
3. Sektor Pertanian: Sesuaikan Kalender Tanam
BMKG meminta para petani untuk:
- Menyesuaikan kalender tanam dengan menghindari puncak musim kemarau
- Beralih ke varietas tanaman yang tahan kekeringan
- Memilih tanaman berumur pendek untuk mengurangi risiko gagal panen
4. Sektor Kebencanaan: Waspada Kebakaran
“Untuk sektor kebencanaan, dimohon kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ucap Vivi Indhira.Sektor Imbauan Masyarakat umum Hemat air bersih Pemerintah daerah Optimalisasi waduk, bendungan, embung Petani Sesuaikan kalender tanam, gunakan varietas tahan kekeringan Kebencanaan Waspada kekeringan & kebakaran hutan/lahan
Wilayah Rawan: Cek Daftar Lengkap
Wilayah yang paling awal mengalami kemarau (Maret-April) adalah Bekasi, Karawang Utara, Subang, dan Indramayu. Pada Mei, sebanyak 56% wilayah Jabar akan menyusul. Puncaknya pada Agustus, 90% wilayah Jabar akan mengalami kemarau ekstrem.
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk lebih waspada dan mempersiapkan cadangan air sejak dini.
Musim kemarau 2026 diprediksi menjadi salah satu yang paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir di Jawa Barat. Dengan durasi lebih panjang, awal lebih cepat, dan tingkat kekeringan lebih tinggi, semua pihak—masyarakat, petani, pemerintah daerah, dan sektor kebencanaan—harus bersiap. Hemat air mulai sekarang! (**)














