DaerahGarut

Mukerda MUI Garut 2026, Bupati Syakur Amin Soroti Ancaman Moral di Era Digital

suradigrt
×

Mukerda MUI Garut 2026, Bupati Syakur Amin Soroti Ancaman Moral di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Mukerda MUI Garut 2026, Bupati Syakur Amin Soroti Ancaman Moral di Era Digital locusonline featured image Apr 2026

[Locusonline.co] GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat sinergi dengan para ulama dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut sekaligus mengukuhkan Pengurus Komisi MUI Kabupaten Garut masa khidmat 2025-2030. Kegiatan berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Senin (13/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Barat, jajaran Forkopimda, Baznas, Kemenag, serta para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam (Ormas) se-Kabupaten Garut. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan bahwa ulama dan umara adalah dua pilar utama dalam menjaga moralitas dan ketertiban daerah.

tempat.co

Tantangan Globalisasi: Informasi Cepat, Dampak Negatif Mengintai

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa tantangan masa depan yang kompleks menuntut komunikasi, koordinasi, dan konektivitas yang kuat antara pemerintah dan ulama.

Bupati secara khusus menyoroti persoalan moral di tengah derasnya arus globalisasi dan percepatan informasi. Ia menitipkan pesan kepada jajaran MUI dari tingkat kabupaten hingga desa untuk membentengi masyarakat dari dampak negatif teknologi.

“Informasi menyebar sangat cepat. Bukan hanya membawa dakwah kebaikan, terkadang banyak pula hal yang membawa kemudaratan atau kerugian. Sehingga akan berdampak pada masyarakat kita, terutama dalam akhlak dan pola hidup anak-anak,” ujar Bupati Garut.

Tantangan DigitalDampakPeran MUI
Hoaks & berita palsuKebingungan masyarakatMeluruskan informasi yang salah
Konten negatif (pornografi, radikalisme)Rusaknya akhlak generasi mudaMembentengi dengan literasi agama
Perubahan pola hidupKonsumerisme, hedonismeMengingatkan nilai-nilai Islam
Media sosial tanpa filterUjaran kebencian, perpecahanMenjadi penyejuk di tengah masyarakat

Jalin Komunikasi dari Desa hingga TNI-Polri

Bupati juga mengajak seluruh pimpinan MUI untuk senantiasa menjalin komunikasi dengan unsur pimpinan daerah setempat, mulai dari Kepala Desa, Camat, hingga TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) , demi mewujudkan Kabupaten Garut yang aman, damai, tertib, dan nyaman.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. MUI harus menjadi mitra aktif pemerintah di setiap tingkatan. Mari kita bangun komunikasi yang baik, karena persoalan umat adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya.

Mitra MUIPeran Sinergis
Kepala Desa & CamatKoordinasi program pembinaan moral di tingkat bawah
Babinsa & BhabinkamtibmasPengawasan dan deteksi dini potensi konflik sosial
Kemenag & BaznasPenguatan dakwah dan pengelolaan zakat
ForkopimdaPengambilan kebijakan yang berpihak pada umat

Ketua MUI Garut: Legalitas Jadi Daya Dorong Kinerja Nyata

Ketua Umum MUI Kabupaten Garut, Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini bukan sekadar legitimasi administratif, melainkan energi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi.

“Tentunya kita berharap kepada pengurus komisi MUI yang baru, legalitas ini menjadi daya dorong kinerja nyata atas apa yang bisa dilaksanakan oleh kita,” tegas Rd. Amin.

Ia kembali mengingatkan tiga peran strategis MUI:

Peran MUIMakna
Khadimul UmmahPelayan umat, hadir untuk menjawab persoalan keagamaan masyarakat
Shodiqul HukumahMitra strategis pemerintah, memberikan nasihat dan fatwa
Himayatul UmmahPelindung umat, agar tidak terkecoh oleh isu-isu menyesatkan

“MUI memiliki tanggung jawab agar masyarakat tidak terkecoh oleh isu-isu yang menyesatkan, baik dalam urusan agama maupun masalah sosial lainnya,” ujarnya.

Toleransi sebagai Perwujudan Islam Rahmatan Lil Alamin

Rd. Amin juga menggarisbawahi pentingnya toleransi sebagai perwujudan agama yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam). Ia mengajak seluruh pengurus untuk bersatu padu dalam keselarasan demi mencapai tujuan bersama.

“Semoga pengukuhan ini menjadi tambahan untuk jalan dan ruang berbakti kita terhadap Allah SWT, dengan memberikan manfaat lebih terhadap orang lain atau saudara kita,” tutupnya.

Penutup: Ulama dan Umara, Dua Sayap yang Tak Bisa Terpisah

Dengan terlaksananya Mukerda dan pengukuhan pengurus komisi MUI periode 2025-2030, diharapkan sinergi antara pemerintah dan ulama semakin kokoh. Di tengah badai informasi yang kadang membingungkan, kehadiran MUI menjadi penyejuk dan penuntun bagi masyarakat Garut. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow