[Locusonline.co] Bandung – Ajang Running Summit 2026 yang digelar di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mendorong kawasan ini menjadi pusat perhatian sebagai calon “Kampung Pelari Indonesia”. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong kejayaan atletik nasional di tingkat dunia.
Perwakilan penggagas Running Summit, Sara Lea Tunas, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan atletik Indonesia.
“Setiap pemangku kepentingan tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu bergerak bersama agar industri ini tidak hanya besar secara angka, tapi juga kuat secara prestasi,” ujar Sara dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa (14/4/2026).
Running Summit 2026: Wadah Kolaborasi Lintas Sektor
Sara menegaskan bahwa Running Summit yang berlangsung pada 10-12 April 2026 ini menjadi wadah kolaborasi antara:
- Komunitas lari
- Brand dan sponsor
- Federasi atletik
- Berbagai pemangku kepentingan lainnya
Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan industri lari yang berkelanjutan di Indonesia.
Mengapa Pangalengan Dipilih?
Menurut Sara, Pangalengan dipilih sebagai lokasi karena memiliki nilai historis yang kuat sebagai tempat lahirnya pelari nasional legendaris:Pelari Legendaris Prestasi Agus Prayogo Pelari nasional Indonesia Triyaningsih Pelari nasional Indonesia
Selain itu, Pangalengan didukung oleh kondisi geografis yang ideal untuk latihan atletik, dengan udara sejuk dan medan yang menantang.
Tiga Pilar Utama Running Summit 2026
Dalam pelaksanaannya, Running Summit 2026 menghadirkan tiga pilar utama:Pilar Kegiatan Tujuan 1 Pangalengan Track Race Pembinaan atlet pelajar 2 Running Conference Forum diskusi industri lari 3 Walini Pangalengan Cross Country Menggabungkan olahraga dengan sport tourism
“Beranjak dari hal tersebut di atas, maka kegiatan ini diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar kumpul bersama, melainkan juga media bagi komitmen kolektif untuk memastikan kejayaan atletik Indonesia,” katanya.
Target: Menjadi “The Land of Champions” ala Iten, Kenya
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pangalengan diharapkan dapat berkembang menjadi pusat pembinaan atlet lari nasional yang setara dengan Iten di Kenya—yang dikenal sebagai “The Land of Champions”.
Iten, Kenya, terkenal sebagai tempat pelatihan para pelari jarak jauh dunia, melahirkan banyak juara Olimpiade dan pemecah rekor dunia. Pangalengan memiliki potensi serupa dengan kondisi geografis yang mendukung.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Sara menambahkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui:Dampak Keterangan Pengembangan sport tourism Wisata olahraga menarik pengunjung Interaksi langsung dengan peserta UMKM lokal dapat menjual produk dan jasa Peningkatan kunjungan Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
“Kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pengembangan pariwisata olahraga dan interaksi langsung dengan peserta,” katanya.
Running Summit 2026 bukan sekadar event lari biasa. Ini adalah gerakan kolektif untuk membangun ekosistem atletik nasional yang kuat dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan historis Pangalengan, dan visi menjadi “Kampung Pelari Indonesia”, diharapkan Indonesia dapat melahirkan juara-juara dunia di masa depan. (**)











