DaerahEdukasi/TipsPeristiwaPilkadaPolitikTasikmalaya

KCT Mengadakan Diskusi Publik Bersama 3 Calon Walikota Tasikmalaya “Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial”

redaksilocus
×

KCT Mengadakan Diskusi Publik Bersama 3 Calon Walikota Tasikmalaya “Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial”

Sebarkan artikel ini
KCT Mengadakan Diskusi Publik Bersama 3 Calon Walikota Tasikmalaya "Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial"
Salah satu kandidat calon kepala daerah Diky Chandra (tengah) hadir dalam diskusi publik Komunitas Cermin Tasikmalaya,(Foto RRI Nova)
ucapan selamat Hari Jadi Garut ke 213

LOCUSONLINE, KOTA TASIKMALAYA – Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) mengadakan diskusi publik dengan tema “Ketahanan Budaya Versus Kerawanan Sosial” di studio KCT pada malam Minggu, 21 Juli 2024.

KCT mengadakan diskusi publik yang dihadiri oleh tiga kandidat bakal calon walikota Tasikmalaya, yaitu Arif Hidayat Putra, Agus Wahyudin, dan Diky Chandra.

tempat.co

Meskipun belum memiliki rekomendasi dari partai, para kandidat merasa terhormat diundang sebagai bakal calon walikota.

Pada kesempatan tersebut Diky Chandra menyatakan, dirinya bersama dengan dua kandidat calon walikota lainnya belum memiliki partai yang secara resmi mengusungnya.

“Kami bertiga belum memiliki partai dan realistisnya untuk posisi wakil walikota. Itu pun bila ada partai yang tertarik,” ujar Diky Chandra.

Meskipun demikian, mereka menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas eksistensi KCT dan para pegiat budaya di Kota Tasikmalaya yang berkomitmen dalam melestarikan kebudayaan, termasuk seni, tradisi, dan perilaku positif.

“Ya harus seperti sapu lidi dan budaya yang baik seperti budaya nyantri, budaya membersihkan lingkungan, Kamis Nyunda dan lainnya tidak bisa hanya dilakukan sendiri,” ungkap Diky Chandra.

Menurut Diky, budaya mencerminkan perilaku dan budi pekerti yang mengajarkan orang untuk bersikap positif. Meskipun terdapat oknum pejabat yang menciptakan budaya korupsi atau masuknya budaya asing yang merusak, seperti LGBT, geng motor, seks bebas, dan narkoba, Diky menekankan pentingnya mempertahankan budaya baik.

“Ya harus seperti sapu lidi dan budaya yang baik seperti budaya nyantri, budaya membersihkan lingkungan, Kamis Nyunda dan lainnya tidak bisa hanya dilakukan sendiri,” pungkasya.

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow