ArtikelDaerahGarutJawa BaratLifestyleMoralNewsSorot

Garut Hadapi Tragedi Sosial, Zoom-Meeting Sistem yang Hanya Bisa Bicara Tanpa Bertindak

bhegins
×

Garut Hadapi Tragedi Sosial, Zoom-Meeting Sistem yang Hanya Bisa Bicara Tanpa Bertindak

Sebarkan artikel ini
Abdusy syakur zoom meeting
Foto Istimewa
tempat.co

LOCUSONLINE, GARUT – Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Garut terus naik. Namun jangan khawatir, Pemerintah Kabupaten Garut telah mengambil langkah super strategis: menggelar Zoom meeting. Senin, 7 Juli 2025

Dalam dunia nyata yang penuh luka, dunia maya kembali jadi pelipur lara. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan bahwa salah satu bentuk respons konkret atas melonjaknya kasus kekerasan seksual di daerahnya adalah dengan mengikuti diskusi daring bertema “Penyikapan Komprehensif Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” dari ruang nyaman Kantor DPPKBPPPA Garut.

“Pertemuan itu sangat penting. Kita mendengarkan langsung dari Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani. Beliau mengapresiasi Garut sebagai daerah yang cukup responsif,” ujar Syakur penuh bangga, meski kasus-kasus kekerasan terus muncul hampir tiap pekan.

Dalam satu tarikan napas, Bupati Syakur menyebut bahwa kasus pelecehan, rudapaksa, hingga sodomi terhadap anak-anak kian mengkhawatirkan. Sayangnya, tanggapannya tetap konstan: rapat, koordinasi, dan publikasi apresiasi.

Tak lupa, beliau menyebutkan fenomena “gunung es” – istilah populer untuk menjelaskan bahwa angka resmi hanya bagian kecil dari kenyataan yang lebih mengerikan di bawah permukaan.

“Kami percaya banyak kasus yang tak dilaporkan. Rasa takut dan stigma jadi alasan,” ujarnya, sambil kembali menegaskan pentingnya trauma healing, pendampingan psikososial, dan – tentu saja – pendekatan multi-sektor berbasis power point.

Baca Juga :

Koperasi Merah Putih Garut Siap Jalan, Tantangan Nyata Bukan di Atas Kertas

Jika Anda berpikir akan ada aksi lapangan yang konkret, seperti pendirian rumah aman, patroli preventif, atau pelatihan advokasi, sebaiknya turunkan ekspektasi. Pemerintah daerah lebih fokus pada penguatan “narasi komprehensif” dan pemberdayaan dalam bentuk kalimat bijak di media sosial.
Padahal, kasus demi kasus terus bergulir: dari oknum dokter kandungan yang duduk di kursi pesakitan, hingga penganiayaan terhadap perempuan di angkot, dan bahkan pelecehan yang dibungkus keisengan.

zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8001
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8004
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8005
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8002
zonaintegritaspdamtirtaintankabupatenGarut_8003
previous arrow
next arrow

Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner-amdk-tirta-intan_3_2
banner-amdk-tirta-intan_3_3
banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow