LOCUSONLINE, BOGOR — Di tengah hiruk-pikuk pemerintahan yang konon menjunjung transparansi dan akuntabilitas, sebuah pertunjukan klasik kembali dipentaskan di Kota Bogor. Kali ini bukan di gedung pertunjukan, tapi di ruang tender proyek Pemkot Bogor, dengan aktor utama bernama CV Citra Megah Konstruksi dan sutradara yang masih misterius. Senin, 7 Juli 2025
Sorotan publik mengarah ke panggung proyek Revitalisasi SDN Otista Tahun Anggaran 2024, berbudget mewah Rp2,4 miliar. Di antara banyak “pemain” yang ikut audisi, hanya satu yang tampaknya mendapat standing ovation: CV Citra Megah Konstruksi.
Harga penawarannya memang tidak termurah—sekitar 9% di bawah HPS, tapi lebih tinggi dibanding peserta lain yang akhirnya gugur karena… surat sewa alat yang kurang lengkap atau dokumen K3 yang tak sesuai gaya naskah.
“Ini bukan sekadar administrasi. Ini mirip penyutradaraan hasil, dengan skenario pemain utama sudah ditentukan sejak pembacaan naskah awal,” kata Jajang Nurjaman, Koordinator Center for Budget Analysis (CBA), Sabtu (5/7).
Tak cukup memegang satu peran, CV yang sama juga kembali unjuk gigi dalam Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) terpadu SD dan SMP di SDN Cimahpar 3, senilai Rp15 miliar. Hebatnya, kembali mereka menjadi bintang utama meski sempat disorot karena alamat kantor yang “nggak nyambung” di Kelurahan Tegal Gundil.
Kalau ada penghargaan “Vendor Terfavorit Pemerintah”, barangkali pialanya sudah masuk etalase mereka sejak lama. Karena selain menang tender, mereka juga jago dalam pertunjukan penunjukan langsung. CBA mencatat, pada tahun anggaran yang sama, CV ini juga memenangkan proyek pembangunan TPT dan pemeliharaan Jalan Pagentongan Raya—tanpa kompetisi berarti, tanpa audisi terbuka.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”