LOCUSONLINE, GARUT — Badan Pusat Statistik (BPS) tengah mempersiapkan Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan melaksanakan kegiatan pemutakhiran kerangka geopasial dan muatan wilayah kerja statistik (wilkerstat) di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Garut. Langkah ini menjadi bagian dari proses pra-sensus untuk memastikan pendataan ekonomi berjalan akurat dan komprehensif. Senin, 14 Juli 2025
SE 2026 sendiri akan mencakup seluruh sektor ekonomi non-pertanian, mengingat sektor pertanian telah tercakup dalam Sensus Pertanian. Tujuan utamanya adalah menyediakan data dasar terkait kondisi dan dinamika kegiatan ekonomi Indonesia yang dibutuhkan dalam penyusunan kebijakan pembangunan nasional dan daerah.
Dalam pembukaan pelatihan Petugas Pemetaan Wilkerstat Online, Kepala BPS Garut Nevi Hendri, S.Si, M.M dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan pemutakhiran ini memiliki tiga target utama.
“Pertama, memperbarui muatan wilayah kerja statistik agar diperoleh master Satuan Lingkungan Setempat (SLS) yang mutakhir dan seragam. Kedua, menghasilkan kerangka geopasial terbaru dengan peta SLS yang telah disesuaikan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Ketiga, menghimpun informasi mengenai titik-titik konsentrasi ekonomi seperti pasar, kawasan pertokoan, hingga area perdagangan lainnya,” paparnya.
Lebih lanjut Nevi menegaskan, SE 2026 akan dilaksanakan dengan metode door to door yang berarti para petugas sensus akan mendatangi langsung setiap rumah dan tempat usaha. Oleh karena itu, keberadaan SLS sebagai unit wilayah terkecil sangat krusial dalam proses pencacahan. Namun, tantangan muncul karena SLS bersifat dinamis dan banyak terjadi pemekaran wilayah seperti RT baru yang belum tercakup dalam peta lama.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”