LOCUSONLINE, GARUT – Upacara Hari Koperasi ke-78 di SMKN 1 Garut, Sabtu (12/7), bukan sekadar seremoni tahunan yang dibungkus spanduk dan sambutan. Kali ini, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin tampil bak dirigen koperasi, meluncurkan 442 Koperasi Merah Putih di 442 desa dan kelurahan. Satu desa, satu koperasi. Satu nafas, satu harapan—katanya. Senin, 14 Juli 2025
Di tengah kondisi ekonomi rakyat yang masih banyak menggantung hidup dari pinjaman rentenir dan diskon di warung daring, lahirlah koperasi-koperasi baru ini, lengkap dengan akta hukum, NIB, NPWP, hingga nomor rekening bank. Semua serba resmi. Semua serba cepat. Hanya dalam hitungan minggu. Negara, tampaknya, lebih gesit bikin koperasi daripada membina isinya.
“Ini bukti komitmen pemerintah dalam menjadikan koperasi pilar ekonomi,” ucap Bupati Syakur, seolah pilar-pilar sebelumnya tak pernah retak atau roboh.
Dengan nada penuh harap, Syakur menyebut koperasi akan jadi pemain utama dalam program MBG alias Makanan Bergizi Gratis. Ya, karena tidak cukup rasanya menambal perut lapar dengan nasi kotak—kini saatnya koperasi dilibatkan agar gizi datang lewat jalur ekonomi mikro.
Baca juga :
Pelayanan BUMD Banyak Dikeluhkan dan Terjadi Tindak Pidana Korupsi. Hati-Hati Bupati dan Sekda Bisa Terseret?
Tak ketinggalan, klinik desa juga masuk dalam rencana bisnis koperasi. Sebuah terobosan yang menarik: dari sembako, apotek, sampai logistik, koperasi lokal disulap jadi serba bisa. Mungkin tinggal tunggu waktu koperasi menjual drone dan vaksin.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”