“Bandung lagi dingin, tapi suasana keluarga Ustaz Evie Effendi jauh lebih panas. Bukan karena api semangat dakwah, tapi bara tuduhan KDRT dari darah dagingnya sendiri.”
LOCUSONLINE, BANDUNG – Polrestabes Bandung tengah menyelidiki laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyeret nama ustaz ternama, Evie Effendi. Laporan tersebut dibuat oleh NAT (19), yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri, pada 4 Juli 2025 lalu.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelapor. Polisi juga telah meminta visum untuk memperkuat alat bukti.
“Perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Besok kami agendakan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa saksi, termasuk pemanggilan kedua bagi Ustaz EE dalam kapasitas sebagai saksi,” kata Abdul Rahman, Kamis (28/8/2025).
Selain Evie, penyidik juga akan memeriksa saksi lain. Sebab, berdasarkan keterangan pelapor, bukan hanya sang ayah yang diduga melakukan kekerasan, tetapi juga beberapa anggota keluarga lainnya.
Menurut Abdul Rahman, dugaan kekerasan yang dialami NAT berupa pemukulan. Barang bukti yang dikumpulkan sementara berupa hasil visum dan keterangan dokter.
Kuasa hukum NAT, Zaideni Herdiyasin, menuturkan peristiwa itu terjadi ketika kliennya meminta biaya kuliah dan nafkah bulanan kepada ayahnya. Namun, permintaan tersebut justru berujung pertengkaran.
“Alih-alih mendapat jawaban baik, korban justru mendengar ucapan yang menyudutkan ibunya dan keluarga besarnya. Situasi itu memicu emosi hingga korban menumpahkan makanan yang sedang ia makan,” ungkap Herdi, didampingi tim kuasa hukum lainnya, di Bandung, Selasa (26/8/2025).

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”