LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah peringatan Hari Pahlawan yang biasanya diwarnai upacara dan postingan bernada nasionalis di media sosial, Yayasan Campoes Masyarakat Indonesia (YCMI) memilih merayakannya dengan cara yang lebih masuk akal: menanam pohon.
Kegiatan dilakukan serentak di beberapa titik Desa Haruman dan Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Garut, Senin (10/11/2025). Alih-alih mengangkat bambu runcing, para relawan mengangkat cangkul dan polybag bibit pohon, berperang melawan ancaman modern seperti abrasi, erosi, dan banjir musuh yang lebih rajin hadir daripada penjajah masa lalu.
Baca Juga : KiosK Samsat Mendarat di CFD Garut, Bupati: “Bayar Pajak Sekarang Tinggal Tap KTP, Tidak Perlu Tap Hati”
Ketua YCMI Ali Imron Abdul Jabar, atau akrab disapa Kang Imron, menegaskan bahwa penanaman ini bukan sekadar seremoni foto-foto manis untuk Instagram. Menurutnya, pohon yang ditanam di DAS Cikaweudukan itu kelak akan jadi tameng alami agar tanah tidak “geser” seenaknya dan air hujan tidak tiba-tiba berubah jadi tamu tak diundang di rumah warga.
“Para pejuang dulu mengusir penjajah. Kini, kita di zaman modern berjuang mengusir bencana dan menjaga alam,” ujar Kang Imron kepada media.
Pembina YCMI, Yaman Muhaimin, juga memuji dukungan berbagai pihak mulai dari Mahasiswa Pecinta Lingkungan Siliwangi (MAPASIL), Karang Taruna Desa, hingga para relawan yang rela turun ke lumpur bukan untuk konten TikTok, tetapi demi bumi.
Menurut Yaman, gerakan ini bukan soal menanam pohon saja, tapi juga upaya menunjukkan bahwa kepahlawanan kini bisa diwujudkan dengan hal sederhana: menanam bibit dan tidak membiarkannya mati seminggu kemudian.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









