ArtikelBandungDaerahEkonomiJawa TengahLifestyleNewsOpini

Statistik Bisa Lebih Lentur dari Pekerja Kontrak: Jawa Barat dan Seni Meredam Kabar Buruk dengan Bahasa Birokrasi “PHK 15 Ribu Aman”

bhegins
×

Statistik Bisa Lebih Lentur dari Pekerja Kontrak: Jawa Barat dan Seni Meredam Kabar Buruk dengan Bahasa Birokrasi “PHK 15 Ribu Aman”

Sebarkan artikel ini
Gelombang phk 200415153555
Gambar Ilustrasi Istimewa

LOCUSONLINE, BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali memamerkan keahliannya menata ulang persepsi publik. Data 15.657 kasus PHK periode Januari–Oktober 2025 disebut sebagai bukan PHK beneran, melainkan “habis kontrak dulu, direkrut lagi nanti” sebuah narasi yang membuat ratusan ribu pekerja kontrak di Jawa Barat mengangguk pahit: ya, kami sudah hafal skenarionya.

Kepala Disnakertrans Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, menegaskan bahwa angka tersebut “harus dibaca secara utuh.” Pernyataan yang biasanya muncul saat angka terlihat menakutkan, tapi pemerintah ingin publik tetap tenang.

tempat.co

Menurutnya, mayoritas PHK adalah akibat PKWT habis masa berlaku yang ulangannya sudah seperti siklus sinetron: kontrak habis, diperpanjang, habis lagi, diperpanjang lagi. Ending-nya tetap gantung.

Kim memastikan situasi ketenagakerjaan di provinsi terbesar ini “masih terkendali.” Klaim yang terdengar meyakinkan, kecuali bagi buruh tekstil yang tiap bulan mendengar kabar pabriknya mempertimbangkan efisiensi atau relokasi.

Di sektor tekstil tulang punggung buruh Jabar tekanannya nyata. Kim memaparkan tiga biang kerok:

  1. Banjir impor pakaian bekas ilegal,
  2. Mesin kuno yang tak kunjung diremajakan,
  3. Bahan baku yang makin susah diakses.

Industri tekstil babak belur, tapi narasi pemerintah tetap: “Semua aman kok, asal dibaca utuh.”

Seolah-olah perusahan pindah ke daerah bergaji lebih murah adalah bagian dari strategi semesta, bukan karena struktur upah yang bikin mereka kabur duluan.

Baca Juga : Irban 5 Korupsi Cukup “Dikembalikan Saja”, Bupatinya Menyebut Korupsi “Penyakit Masyarakat” Ini Kabupaten atau Klinik Pengobatan Koruptor?

Kim juga menyoroti tren baru PHK tanpa kebangkrutan, alias “PHK karena robot lebih efisien.” Robotik dan AI mulai menggeser tenaga manusia dan ironisnya, tak satu pun serikat buruh bisa mogok melawan mesin.


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow