Otomotif

Dari Boncengan ke Boncengan: Kisah Pilu Pencinta CB yang Tak Kunjung ‘Move On’ dari Motor

rakyatdemokrasi
×

Dari Boncengan ke Boncengan: Kisah Pilu Pencinta CB yang Tak Kunjung ‘Move On’ dari Motor

Sebarkan artikel ini
Dari Boncengan ke Boncengan, Kisah Pilu Pencinta CB yang Tak Kunjung Move On dari Motor locusonline featured image

Sebuah komitmen seumur hidup, diikat bukan oleh ikatan janji, melainkan oleh suara mesin dan nostalgia yang tak tergantikan.

[locusonline.co] Bagi para pencintanya, motor CB bukan sekadar kendaraan; ia adalah sebuah legenda yang berjiwa. Dari generasi ke generasi, dari satu boncengan ke boncengan berikutnya, kisah cinta ini terus berlanjut, menciptakan ikatan yang tak terputus oleh waktu. Artikel ini menelusuri daya pikat abadi motor CB, dari model klasik yang memicu nostalgia hingga varian modern yang meneruskan warisan, dilengkapi dengan informasi harga terbaru untuk Anda yang tergoda untuk “kembali boncengan”.

Kenangan di Jok Belakang: Mengapa CB Selalu Dirindukan

Bagi banyak orang, motor CB adalah mesin waktu yang membawa mereka kembali ke era yang lebih sederhana. Ikatan emosional ini terbentuk oleh beberapa hal:

  • Simbol Status dan Gaya Klasik: Di masanya, memiliki CB adalah pertanda “orang punya”. Surya Hidayat, seorang kolektor motor klasik, menegaskan bahwa di era itu, “yang bisa beli adalah orang punya. Karena dia modelnya cukup tinggi. Kalau orang biasa paling belinya C70” . Desainnya yang minimalis, simpel, dan elegan—dengan kabel tersembunyi dan speedometer tunggal—tetap dianggap stylish hingga hari ini .
  • Komunitas yang Solid: Kepemilikan CB membuka pintu ke dalam persaudaraan yang erat. Seorang CB mania berbagi pengalaman tentang solidaritas ini: “Akhirnya kami melanjutkan perjalanan bersama dan berpisah di kota Pemalang… Di situlah saya mendapat saudara yang sangat solid” . Komunitas ini menjadi ruang berbagi suka dan duka, memperkuat ikatan pemilik dengan motornya.
  • Pengalaman Berkendara yang Otentik: Berbeda dengan motor modern yang serba otomatis, CB menawarkan pengalaman berkendara yang “hidup”. Seperti diungkapkan seorang pencinta CB, “bawaan motor CB pas lagi seliweran di jalan, gak pernah pengen ngebut gila-gilaan” . Ada kenikmatan sendiri dalam memahami dan merawat mesin tua yang “rewel”, yang justru menciptakan rasa memiliki yang mendalam.

Dari Gelatik hingga Streetfire: Pilihan untuk “Move On” atau Tetap “Move In”

Jangan khawatir, “ketidakmampuan move on” Anda bisa diarahkan pada pilihan yang konkret. Berikut adalah sekilas dua dunia CB, dari klasik hingga modern, beserta perkiraan harganya di tahun 2025.

CB Klasik (CB100 “Gelatik”)

Motor CB 100 Classic gelatik

Motor legendaris yang terkenal berkat film “Dilan 1990” ini adalah harta karun yang terus naik nilainya. Seorang kolektor menyebutkan bahwa “Sekarang yang benar benar CB Gelatik harganya mahal… di pasaran sekarang bisa Rp 25 juta” . Harganya sangat bergantung pada keaslian, kondisi, dan kelengkapan dokumen.

Kelebihan: Nilai investasi yang kuat, desain timeless, dan jiwa “klasik” yang otentik.
Kekurangan: Membutuhkan perawatan ekstra dan pengetahuan mekanik, suku cadang yang semakin langka, dan risiko mogok lebih tinggi .

CB Modern (CB150R Streetfire & CB150X)

CB Modern (CB150R Streetfire & CB150X)

Bagi yang ingin merasakan jiwa CB dengan jantung teknologi masa kini, Honda menghadirkan pilihan modern.

ModelKategoriPerkiraan Harga Awal (OTR)Target Pengguna
Honda CB150R StreetfireSport / StreetRp 34,68 – 35,55 JutaPenyuka gaya sport & naked bike untuk daily use.
Honda CB150XAdventure TouringRp 35,02 JutaPenggila touring & petualangan dengan medan beragam.

Mengapa CB150R Streetfire layak dipertimbangkan?
Motor ini bukan sekadar penerus nama, melainkan paket lengkap yang menggabungkan desain agresif dengan teknologi terkini. Dibekali mesin 149.16 cc DOHC 4-katup yang menghasilkan tenaga 16.9 PS, motor ini siap menghadirkan sensasi berkendara yang bertenaga . Fitur unggulannya seperti suspensi depan Showa inverted telescopic 37mm, sistem pencahayaan full LED, dan speedometer digital menjadikannya motor modern yang siap menghadapi jalanan kota maupun turing jarak jauh dengan tangki bensin berkapasitas 12 liter .

Kisah Para Pencinta: Mengapa “Pilu” itu Indah

Jiwa CB hidup dalam cerita para pemiliknya. Seorang CB mania dengan bangga bercerita, “Dari 10 jam kerja saya di kantor, 60% adalah searching ‘all about HONDABIKE’” . Bagi mereka, CB adalah bagian dari identitas.

Kegagalan mesin pun dianggap sebagai bagian dari petualangan. “Kalo mogok di jalan, bisa dimaklum pengendara ato pengemudi lainnya. Paling mereka bilang ‘wah..ya iyalah mogok, motor tua..’. Padahal,…buat saya mogok itu jadi biasa… dan akhirnya…jadi tau penyakitnya… melatih sabar dan konsekwen,” tulis seorang penggemar CB . Proses “ngulik” dan hunting suku cadang, meski melelahkan, justru menciptakan ikatan emosional yang dalam, seperti mengurus anak sendiri .

Tips sebelum Ikut “Boncengan” Lagi

Sebelum Anda memutuskan untuk kembali mengikuti panggilan jiwa CB, pertimbangkan beberapa hal ini:

  • Tentukan Prioritas: Apakah Anda menginginkan proyek “ngulik” motor klasik yang penuh tantangan namun memuaskan, atau motor modern yang siap pakai dan andal untuk sehari-hari? Jawabannya akan menentukan pilihan Anda antara CB klasik atau CB modern.
  • Cek Kondisi dan Kelengkapan Dokumen (Khusus Klasik): Untuk CB klasik, prioritaskan keaslian dan kelengkapan dokumen seperti STNK dan BPKB. Kondisi mesin dan rangka juga harus diperiksa dengan saksama, karena suku cadang orisinal semakin sulit ditemukan .
  • Jadilah Bagian dari Komunitas: Bergabunglah dengan grup atau forum CB. Komunitas tidak hanya untuk touring bersama, tetapi juga menjadi sumber informasi yang sangat berharga untuk berbagi pengalaman, tips perawatan, dan lokasi mencari sparepart .
  • Lakukan Perawatan Berkala: Baik klasik maupun modern, perawatan rutin adalah kunci keawetan. Untuk motor tua, “Tips perawatan motor tua yaitu kita harus sering mengganti oli dan mengecek aki agar tidak terjadi kendala pada mesin dan kelistrikan motor” .

Informasi Harga Terkini

Harga yang tercantum adalah perkiraan On The Road (OTR) untuk tahun 2025 dan dapat berbeda tergantung wilayah dan pajak. Selalu konfirmasi harga dan promo terbaru langsung ke dealer resmi Honda sebelum melakukan pembelian .

Jadi, apakah Anda termasuk salah satu yang tak kunjung “move on” dari motor CB? Atau justru baru akan memulai kisah cinta Anda yang pertama? Apapun pilihannya, boncengan berikutnya sudah menanti untuk menciptakan kenangan baru. (**)


Bergabunglah dengan Tim Jurnalis Kami!

Apakah kamu memiliki passion dalam menulis dan melaporkan berita? Inilah kesempatan emas untuk bergabung dengan situs berita terkemuka kami! Locusonline mencari wartawan berbakat yang siap untuk mengeksplorasi, melaporkan, dan menyampaikan berita terkini dengan akurat dan menarik.

Daftar

🔗 Tunggu apa lagi!

Daftar sekarang dan jadilah bagian dari tim kami!

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow